Sukses

Tanggapi Omnibus Law, Prabowo: Pemerintah Ingin Atasi Masalah Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto angkat bicara terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan DPR pada 5 Oktober lalu. 

Prabowo menyatakan, bisa dipahami jika para pemimpin buruh membela buruh. Namun, perlu diketahui bahwa saat ini negara dalam keadaan susah. Pandemi Covid-19 sangat berbahaya. Wabah dunia ini bisa menggoncangkan ekonomi dunia dan banyak PHK dimana mana.

"Niat pemerintah ingin segera mengatasi ini. Dicarilah semua upaya dan kiat untuik mengurangi hambatan-hambatan kebangkitan ekonomi," ujarnya dalam wawancara Courtessy DPP Gerindra, Senin (12/10/2020). 

Prabowo menambahkan, saat ini juga terjadi penurunan drastis di bidang wisata. Banyak karyawan hotel yang PHK. Perusahaan jasa lainnya juga. Permintaan juga turun.

"Bukan hanya negara kita, negara lain juga bahkan lebih parah," ujarnya.

Prabowo mengakui, dalam kasus ini buruh memang menjadi korban. Namun, buruh bukan satu-satunya, banyak juga yang lain jadi korban sulitnya masa pandemi. 

"Nah, Presiden selalu membela rakyat kecil. Kita lihat semua stimulus kan tujuannya untuk itu," ujar Prabowo.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Hoaks

Prabowo menyesalkan banyaknya pendemo Omnibus Law yang belum baca isi RUU dan banyak hoaks yang bertebaran.

"Banyak hoaks di mana-mana. Hoaks ini ingin menciptakan kekacauan. Saya berkeyakinan ini dari luar negeri. Ada kekuatan asing, negara-negara tertentu yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: