Sukses

Mensos Juliari Janji Bantu Koban Longsor yang Jatuh Miskin di Sukajaya Bogor

Liputan6.com, Bogor - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi korban bencana yang jatuh miskin akibat longsor dan banjir bandang di Kabupaten Bogor.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara memastikan Kemensos akan memperhatikan nasib para korban di Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Sukajaya yang terdampak parah akibat longsor dan banjir bandang pada 1 Januari 2020.

"Kan tiba-tiba ada yang jatuh miskin ya kita bantu melalui program PKH atau BPNT," ujar Juliari saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Cibinong, Bogor, Senin (20/1/2020).

Untuk bisa memastikan korban bencana alam layak mendapatkan PKH adaptif mapun BPNT, Juliari mengatakan masih menunggu data jumlah calon penerima dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Karena belum selesai pendataannya, jadi kita tunggu permintaan dari Kabupaten Bogor. Kita pasti bantu," janji Juliari.

Juliari menyatakan, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Sukajaya cukup parah. Bukan hanya merusak infrastruktur jalan dan jembatan, namun pemukiman warga yang tersebar di 11 kecamatan banyak yang rusak, sebagian lainnya terancam longsor.

"Dan memang ada beberapa titik seperti yang ditinjau Pak Presiden di Sukajaya, itu cukup parah di sana," kata dia.

Karena itu, Kemensos akan memberikan perhatian khusus terkait penanganan pascabencana di wilayah Bogor tersebut.

"Saya kira perlu difokuskan lah di daerah sana, karena itu memang tanggung jawab kita," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Kesulitan Mendata Korban

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku masih kesulitan mendata korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya. Hal itu disebabkan karena masih ada beberapa kampung di dua desa yakni Desa Cileuksa dan Cisarua masih terisolir akibat akses tertutup longsor.

"Selain itu, kita juga harus memastikan rumah warga yang benar-benar rusak itu milik siapa, sementara pemiliknya sudah mengungsi," kata dia.

Iwan menargetkan selama kurang dari 14 hari atau masa perpanjangan tanggap darurat bencana sudah mendapatkan data secara akurat jumlah rumah warga yang rusak maupun terancam longsor.

"Data setiap hari on progress. Kemarin juga sempat mengumpulkan seluruh kepala desa terdampak bencana untuk memberikan data yang bener-bener valid. Jangan sampai ada yang menembak atau mengira-ngira," ujar Iwan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jasad Wanita Muda Ditemukan Mengambang di Sungai Ciliwung Bogor
Artikel Selanjutnya
Mensos: Perlu Ada Investigasi Insiden Siswa SMP Hanyut di Sleman