Jathilan, Atraksi Pilihan Lereng Merapi

Libur panjang ternyata mendatangkan berkah dan rejeki tersendiri bagi para seniman jathilan di lereng Merapi, Sleman, DIY. Mereka mulai bangkit dan tampil membawakan atraksi di sejumlah lokasi wisata lereng Merapi.

Diterbitkan 20 Mei 2012, 05:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sleman: Para wisatawan yang berkunjung ke lereng Gunung Merapi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini tak hanya bisa menikmati keindahan alam pegunungan. Belakangan ini, para pengunjung lereng Merapi juga mulai bisa menyaksikan
berbagai atraksi kesenian, termasuk jathilan buto.

Sebelumnya, kesenian khas warga setempat ini memang sempat mati suri. Pascaerupsi besar-besaran Oktober tahun 2010 lalu, mereka tak bisa lagi pentas. Itu karena selain masih dalam suasana duka peralatan jathilan mereka juga ludes diterjang awan panas.

Selain itu, musik dan tarian kuda lumping juga kembali membahana di kawasan ini. Baru lima bulan terakhir mereka bisa kembali pentas.

Salah satu babak dalam jathilan yang sering dipentaskan adalah babak buto atau raksasa. Babak ini dianggap lebih menarik karena menyajikan tarian-tarian dinamis.

Dan yang tak kalah menarik adalah atraksi makan kaca, dicambuki dan sebagainya. Berbeda dengan jathilan atau kuda lumping masa lalu, jathilan saat ini lebih banyak dikombinasikan dengan lagu dangdut atau campursari yang sedang trend sehingga bisa lebih menarik berbagai kalangan.(IAN)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6