Sukses

Lagi, Pesawat Jatuh di Indonesia

Liputan6.com, Samarinda: Boleh jadi, kepala Agum Gumelar pasti kini bertambah pusing. Sebab, baru setahun menjabat sebagai Menteri Perhubungan, kecelakaan demi kecelakaan terus saja menghinggapi bidang tanggung jawabnya. Yang terakhir ini datang dari Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sabtu akhir pekan silam, sekitar pukul 10.53 WITA, sebuah pesawat perintis jenis Britten Norman (BN)-2A milik maskapai penerbangan PT Dirgantara Air Service (DAS) jatuh di sekitar Lapangan Terbang Perintis Data Dawai, Kecamatan Long Panhangai, Kaltim. Untungnya, (kok masih untung sih) 18 penumpang pesawat itu selamat. Kendati begitu, sejumlah penumpang dan dua orang bayi bernama Fuad dan Aidil harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum A. Wahab Sjachranie, Samarinda. Sedangkan, Pilot Abdul Hayi terpaksa harus dikirim ke Jakarta, guna mendapat perawatan lebih lanjut karena mengalami patah tulang kaki.

Tersiar kabar, jatuhnya pesawat bernomor registrasi PK VIY yang melayani jalur Samarinda-Data Dawai itu, disebabkan lebihnya kapasitas di dalam pesawat sehingga membuat mesin tak mampu bekerja secara optimal, saat pesawat saat berada pada ketinggian 700 kaki atau sekitar 200 meter."Padahal, sebelumnya, pesawat itu dinyatakan laik terbang oleh mekanik Darsono," ujar Ramly Afendy Siregar, Manager PT DAS Area Kaltim. Saat ini, Ramly belum bisa memberikan keterangan resmi sebab-musabab kecelakan tersebut. Karena ia masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Sertifikasi dan Kelayakan Udara dari Departemen Perhubungan.

Selain Ramly, masyarakat tampaknya juga harus menunggu kejelasan musibah itu. Sebab, hingga kini, jumlah penumpang di pesawat tersebut masih menjadi tanda tanya. Menurut PT DAS, pesawat itu mengangkut 12 penumpang. Namun, di sisi lain, beberapa korban menuturkan, pesawat itu kesulitan terbang karena diduga sarat beban akibat jumlah penumpang yang mencapai 18 orang, termasuk pilot. Uniknya, Kepala Kepolisian Resor Kutai Superintendent Wagner Damanik berani mengatakan: jumlah penumpang hanya 16 orang. Padahal, seorang penumpang bernama Lorensia Hasung jelas-jelas menyatakan, pesawat itu memang kelebihan beban, sehingga tak mampu terbang lebih tinggi.

Sementara itu, diberitakan bahwa PT DAS telah melayani penerbangan perintis di Kaltim sejak tahun 1994. Rute penerbangan yang dilayani di antaranya Samarinda-Data Dawai, Samarinda-Long Ampung, Samarinda-Melak, Tarakan-Long Bawang, dan Tarakan-Malinau.(ULF)