Sukses

Zulkifli Hasan dan Fahri Hamzah Ikut Buka Puasa Bareng Jokowi di Istana

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar buka puasa bersama pimpinan lembaga di Istana Negara Jakarta, pada Senin (6/5/2019). Agenda buka puasa bersama pejabat negara ini berlangsung di hari pertama Ramadan 1440 Hijriah.

Berdasarkan pantauan, Jokowi yang mengenakan kemeja batik bewarna cokelat tiba di Istana Negara pukul 16.58 WIB. Dia lalu duduk semeja dengan Wapres Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, serta Ketua DPD Oesman Sapta Odang. Ada pula Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.

Tampak pula Ketua MPR Ahamd Basarah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Wakil Ketua DPD Ahmad Muqowam, hingga Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar.

Selain pimpinan lembaga, hadir pula sejumlah menteri kabinet kerja. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Kemudian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebelum Jokowi dan JK datang, Fahri Hamzah terlihat sempat berbincang bersama Zulkifli Hasan, OSO, Bamsoet, dan Anwar Usman. Tampak mereka berbincang sembari tertawa di sudut ruang utama Istana Negara.

Setelah itu, sejumlah tamu undangan yang hadir menempati tempat duduk masing-masing. Fahri tampak duduk di sisi kanan Pramono Anung.

2 dari 3 halaman

Sempat Gelar Rapat Terbatas

Sebelum menggelar buka pasa, Presiden Jokowi atau Jokowi sempat mengadakan rapat terbatas bersama para menteri kabinet kerja di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2019).

Dalam rapat, Jokowi meminta tiap kementerian dan lembaga mempercepat pembentukan komite pendidikan vokasi yang akan mengelola sejumlah pendidikan kejuruan.

"Beliau minta dibuatkan desain-nya oleh Menteri Bappenas seperti halnya ada komite percepatan pembangunan infrastruktur, mungkin ada komite nasional vokasi, ini namanya apa nanti menteri Bappenas yang publikasi, kesimpulannya itu," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Basuki menjelaskan, pemerintah saat ini akan fokus untuk menyiapkan pendidikan vokasi seperti era tahun 80-an, yang saat itu muncul pendidikan ilmu komputer.   

"Kita fokus di vokasi karena ingin menyiapkan supaya ke depan benar-benar seperti tahun 1986-1987, waktu pertama kali muncul komputer akan banyak sekali kursus-kursus komputer. ini juga massal seperti itu," kata Basuki.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: