Sukses

Elektabilitas Terus Naik, PSI Optimistis Lolos Ambang Batas Parlemen

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman menanggapi hasil survei Charta Politika Indonesia terkait elektabilitas partainya dalam ajang Pemilu 2019. Melihat data yang dirilis, PSI semakin optimistis dapat memenuhi ambang batas atau parlementary threshold dan lolos masuk DPR.

Dari hasil survei, PSI memiliki elektabilitas sebesar 2,2 persen. Hasil tersebut berdasarkan penelitian dengan margin of error sebesar 2,19 persen dan ada 11,7 persen dari 2 ribu responden yang belum menentukan pilihan.

Berdasarkan itu, Andy menyebut pihaknya berkaca dari Pileg 2014 lalu yakni survei PKS dengan angka elektabilitas 3,8 persen dan Partai Nasdem 3,3 persen. Namun saat masuk Pileg 2014 berlangsung, PKS mendapatkan suara 6,8 persen dan Partai Nasdem memperoleh 6,7 persen.

"Kali ini juga PSI yakin mengalami jalan yang sama dan optimis elektabilitas naik dan melampaui angka PT 4 persen. Ini menebalkan optimisme kami," tutur Andy di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Selain itu, menurut Andy ada hasil survei yang mencatat bahwa pemilih PSI adalah kalangan ekonomi menengah ke atas dan terdidik. Mereka pun juga terdata tidak mau menjawab atau menyatakan pilihannya saat ditanya oleh lembaga survei.

"Nah, pemilih PSI ini cenderung diam ketika ditanya dan pada saat pemilihan, 17 April 2019, mereka akan coblos PSI. Kami yakin mayoritas 11,7 persen undecided voters di survei Charta Politica adalah pemilih PSI," jelas Andy.

 

2 dari 2 halaman

Ada Trend Naik

Direktur Riset Charta Politika Indonesia, Muslimin mengatakan, trend kenaikan memang dialami oleh PSI. Secara rinci mulai 22 Desember 2018-2 Januari 2019, partai tersebut memiliki elektabilitas sebesar 1,5 persen. Kemudian sempat turun pada 1-9 Maret 2019 dengan 1,4 persen dan kemudian naik kembali pada 19-25 Maret 2019 sebesar 2,2 persen.

"Trend kenaikan PSI ini memang tidak terlepas dari figur ketum Grace Natalie yang selalu menyampaikan isu-isu yang kontroversial, seperti tolak poligami dan tolak perda syariah. Publik juga tertarik dengan program-program PSI, seperti aplikasi untuk mengawasi anggota DPR," ujar Muslimin.

PDIP sendiri menjadi partai pilihan tertinggi dengan 25,3 persen. Disusul Partai Gerindra sebesar 16,2 persen dan Partai Golkar 11,3 persen.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Survei Charta Politika: Elektabilitas PDIP dan Gerindra Terus Naik, PPP Merosot
Artikel Selanjutnya
Posisi Terancam, 4 Partai Ini Masih Berpeluang Lolos ke Parlemen