Sukses

Jokowi dan Mentan Amran Dinilai Selaras dalam Menuju Swasembada Pangan

Liputan6.com, Jakarta - Politisi Partai Golkar Endang Srikarti Handayani menyebutkan, ada tudingan yang salah dari kubu calon Presiden nomor urut 02 mengenai kegagalan swasembada pangan Indonesia di era Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Menurut Endang, telah amat jelas dalam salah satu butir Nawacita Presiden Jokowiadalah meningkatkan kembali kemandirian ekonomi melalui berbagai sektor strategis.

"Di situ kan pertanian jadi bagian sektor strategis. Jadi jelas Presiden menaruh perhatian ke kemandirian pangan bangsa kita. Memerintahkan Amran Sulaiman untuk mewujudkannya," ujar Endang, Kamis (24/1/2019).

Kemudian Endang juga menyoroti tentang masksud dari pengertian swasembada pangan yang dilontarkan kubu calon Presiden nomor urut 02.

"Apa yang mereka katakan soal gagalnya swasembada pangan juga harus jelas. Maksudnya apa yang gagal? Datanya mana? Jadi ada tolak ukurnya," ucap Endang yang juga anggota Komisi IV DPR.

Menurut Endang, selama ini kinerja Amran Sulaiman untuk mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo telah baik, meskipun perlu terus ditingkatkan lagi.

Terbukti, Indonesia mampu mengekspor beberapa komoditas pertanian unggulan seperti sayuran, kangkung, kacang hijau, mangga, bawang dan lainnya.

"Coba cermati data Badan Pusat Statistik (BPS) kan mengumumkan kalau ekspor pangan selama 2016 sampai 2018 terus naik sebanyak 29 persen. Jadi Presiden Jokowi dan Amran Sulaiman saling selaras kerjanya," kata Endang.

 

2 dari 2 halaman

Infrastruktur Harus Digenjot

Endang menuturkan, menyangkut swasembada pangan adalah hajat kehidupan masyarakat Indonesia. Infrastruktur pertanian kini juga terus digenjot guna swasembada pangan.

Endang meyakini bahwa Presiden Joko Widodo dan Menteri Amran Sulaiman amat fokus mensejahterahkan masyarakat dari sektor pertanian.

Sebelumnya, Sabtu lalu, Mardani Ali Sera yang merupakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia amat memprihatinkan menyoal visi swasembada pangan.

Mardani mengatakan, hingga kini di era pemerintahan Joko Widodo, impor pangan justru membesar. Saat ini makin banyak juga lahan pertanian berkurang dan nilai tukar petani menurun.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Masalah Defisit BPJS Kesehatan Juga Tanggung Jawab Kementerian/Lembaga Lain
Artikel Selanjutnya
Jokowi Ingin Pelayanan BPJS Kesehatan Makin Baik, BPJS Watch: Regulasi pun Perlu