Sukses

Terkuak, 4 Fakta Hasil Olah TKP Tewasnya Haringga Sirila

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menggelar rekonstruksi pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija, Haringga Sirila di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu siang, 23 September 2018.

Dalam rekonstruksi tersebut 16 adegan diperagakan para tersangka. Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Joko Susilo (31), SM (17), dan DF (16).

Pengeroyokan Haringga berawal dari aksi sweping KTP yang dilakukan sejumlah suporter Persib. Saat diketahui pemuda 23 tahun itu ber-KTP Jakarta, Haringga dikejar oleh massa bobotoh yang telah berkumpul di stadion.

Dari hasil rekonstruksi tersebut, sejumlah fakta baru berhasil dikantongi polisi. 

2 dari 5 halaman

1. Minta Tolong Tukang Bakso

Rekonstruksi tewasnya suporter Jakmania, Haringga Sirila tidak hanya dihadiri oleh delapan tersangka. Polisi juga menghadirkan lima orang saksi, salah satunya Adang Ali, pedagang bakso yang tengah mengais rejeki di TKP.

Kala Haringga berlari ke arah gerobaknya, banyak orang yang berteriak ada supoter The Jak. Tak lama pengeroyokan pun terjadi di samping kanan gerobak bakso.

Saat itu, Adang mengaku tak bisa menghentikan aksi penganiayaan tersebut. Meski pria 67 tahun itu berusaha melerai, massa bobotoh tetap memukul Haringga bertubi-tubi dan tanpa ampun.

Dia bahkan sempat tak sadarkan diri karena kelelahan.

"Saya berusaha melerai karena kasihan. Dia dipukuli, saya halangi, tapi tetap (orang) mukul. Saya juga didorong-dorong," kata Adang di TKP GBLA Bandung, seperti dikutip jawapos.com.

3 dari 5 halaman

2. Jumlah Tersangka Mungkin Bertambah

Kasus pengeroyokan Haringga oleh massa bobotoh ternyata tak berhenti pada delapan tersangka. Polisi membuka kemungkinan akan ada tersangka baru yang akan ditangkap atau mereka menyerahkan diri.

Karena dalam video pengeroyokan yang sempat viral, masih ada pelaku lain yang ikut terekam dalam aksi tersebut.

4 dari 5 halaman

3. Bentuk Provokasi

Sementara itu, aksi kekerasan yang berujung kematian suporter Persija juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Rudi mensinyalir ada bentuk provokasi yang dilakukan massa bobotoh lewat penyebaran aksi kekerasan terhadap Haringga Sirila lewat media sosial.

Pengamat sepak bola Budiarto Shambazy menambahkan, seharusnya media sosial digunakan untuk memajukan sepak bola Indonesia, bukan merusak atau bahkan menghancurkan.

5 dari 5 halaman

4. Pukulan di Kepala

Budiman, salah satu pengeroyok Haringga. Dalam rekonstruksi dia menjadi orang pertama yang memukul bagian kepala korban dengan besi sebanyak tiga kali.

Saat giliran SM, dia juga memukul kepala Haringga tiga kali dengan keling tangan. Selanjutnya kepala korban ditendang sebanyak dua kali oleh Dadang.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Forensik: Kalimat Tauhid di Video Pengeroyokan Haringga Editan
Artikel Selanjutnya
4 Pengakuan Mengejutkan Pengeroyok Haringga Sirila hingga Tewas