Liputan6.com, Bojonegoro: Presiden Megawati Soekarnoputri mengecam perusuh Ambon yang dinilai sebagai provokator antikeamanan selama ini di Tanah Maluku. Malah Megawati mensinyalir ada sosok perekayasa di balik Ambon yang terus menerus membara. "Saat ini ada pihak-pihak tertentu yang berkeinginan negara tidak stabil," kata Megawati dalam temu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Alun-alun Ponorogo, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (4/5) siang.
Dalam orasinya, Megawati menyesalkan tindakan para provokator tersebut. Kondisi itu menurut Megawati memang sengaja diciptakan kelompok tertentu yang ingin menggoyang pemerintahan yang sah. Karenanya, Megawati meminta kader Partai Banteng Gemuk mendukung pemerintah dalam menyelesaikan konflik Ambon.
Ketika Megawati masih di Bojonegoro, 45 anggota DPRD Maluku, mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rencananya anggota Dewan itu sengaja datang untuk mendesak pemerintah pusat supaya memprioritaskan penyelesaian Kasus Ambon. Selain akan menemui Presiden, mereka juga akan membicarakan masalah yang sama dengan sejumlah pejabat negara di Jakarta. Di antaranya Ketua MPR Amien Rais, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono. Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Maluku Etty Sahaburua itu juga akan mendesak pemerintah merealisasikan butir-butir kesepakatan Malino II [baca: Sebelas Kesepakatan Mengakhiri Pertemuan Malino].
Ketua DPRD Maluku Etty Sahuburua mengharapkan pemerintah pusat tak terjebak dengan kesan seolah-olah keadaan atau status Darurat Militer dibutuhkan di daerah tersebut. Menurut dia, justru optimalisasi kewenangan Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku yang perlu dilakukan.
Menyikapi konflik yang kembali membara di Ambon, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai pemerintahan Megawati tidak memiliki koordinasi yang baik dalam mengatasi konflik yang terjadi. Megawati dinilai tak memiliki basis dukungan yang kuat serta tidak percaya diri kalau punya basis dukungan. "Padahal, seandainya berhasil menangani konflik Maluku, dia akan berpeluang lagi pada 2004," kata Indria yang juga aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES) ini.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Dalam orasinya, Megawati menyesalkan tindakan para provokator tersebut. Kondisi itu menurut Megawati memang sengaja diciptakan kelompok tertentu yang ingin menggoyang pemerintahan yang sah. Karenanya, Megawati meminta kader Partai Banteng Gemuk mendukung pemerintah dalam menyelesaikan konflik Ambon.
Ketika Megawati masih di Bojonegoro, 45 anggota DPRD Maluku, mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rencananya anggota Dewan itu sengaja datang untuk mendesak pemerintah pusat supaya memprioritaskan penyelesaian Kasus Ambon. Selain akan menemui Presiden, mereka juga akan membicarakan masalah yang sama dengan sejumlah pejabat negara di Jakarta. Di antaranya Ketua MPR Amien Rais, Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono. Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Maluku Etty Sahaburua itu juga akan mendesak pemerintah merealisasikan butir-butir kesepakatan Malino II [baca: Sebelas Kesepakatan Mengakhiri Pertemuan Malino].
Ketua DPRD Maluku Etty Sahuburua mengharapkan pemerintah pusat tak terjebak dengan kesan seolah-olah keadaan atau status Darurat Militer dibutuhkan di daerah tersebut. Menurut dia, justru optimalisasi kewenangan Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku yang perlu dilakukan.
Menyikapi konflik yang kembali membara di Ambon, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai pemerintahan Megawati tidak memiliki koordinasi yang baik dalam mengatasi konflik yang terjadi. Megawati dinilai tak memiliki basis dukungan yang kuat serta tidak percaya diri kalau punya basis dukungan. "Padahal, seandainya berhasil menangani konflik Maluku, dia akan berpeluang lagi pada 2004," kata Indria yang juga aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES) ini.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/372095/original/040502cMega_Ambon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)