Sukses

Israel Larang Warga Palestina Membawa Laptop Saat Perjalanan

Fokus, Gaza - Pemerintah Israel menetapkan aturan perjalanan baru bagi warga Palestina. Dalam aturan itu, warga Palestina yang meninggalkan Gaza dilarang membawa barang-barang elektronik seperti laptop. Larangan itu juga berlaku sebaliknya.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Rabu (9/8/2017), sejumlah penumpang sudah bersiap meninggalkan Gaza. Mereka menunggu bus yang akan membawa melintasi pos lintas batas Erez untuk menuju Israel.

Namun, saat akan memuat barang-barang ke bagasi, para penumpang dilarang membawa peralatan elektronik dan sejumlah barang-barang tertentu. Israel kini telah membuat aturan baru bagi warga Palestina yang akan bepergian ke Israel dan sebaliknya. Mereka dilarang membawa serta barang-barang tertentu, seperti makanan, alat elektronik, alat kesehatan pribadi, serta beberapa jenis koper.

Para pelintas batas hanya diizinkan membawa sebuah telepon genggam. Larangan itu berlaku bagi seluruh warga Palestina, termasuk pekerja LSM. Otoritas Palestina mengatakan, aturan itu berlaku sejak 1 Agustus 2017 lalu.

Organisasi hak asasi manusia, Gisha, menyatakan aturan perjalanan itu sangatlah berlebihan. Menurut Shadi Butthish, koordinator Gisha, pemeriksaan sudah mengarah pada penggeladahan barang-barang pribadi.

Pos lintas batas Erez merupakan satu-satunya penghubung antara Gaza dengan Israel, Tepi Barat dan Yordania. Dalam satu bulan rata-rata mencapai 6.500 orang. Mulai tahun 2007 lalu, Israel dan Mesir telah memperketat aturan perjalanan, yakni sejak dikuasai kelompok Hamas.