Pawai Damai di Ambon Dinodai Kericuhan

Pawai damai yang dilakukan dua kelompok yang bertikai diwarnai kericuhan menyusul ledakan petasan di Jalan Pattimura, Ambon, Maluku. Relokasi pengungsi akan dilakukan dalam waktu dekat.

Diterbitkan 03 Maret 2002, 02:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Ambon: Pawai damai bersama yang digelar dua kelompok yang bertikai di Maluku diwarnai sedikit kericuhan di Jalan Pattimura, Kota Ambon, Sabtu (2/3) pagi. Kericuhan ini berawal ketika para peserta pawai dikejutkan sebuah ledakan petasan yang diduga disulut seorang pelajar sebuah sekolah menengah umum di Ambon. Akibatnya, mereka segera berhamburan menyelamatkan diri. Tak pelak, situasi pun sempat kacau.

Berdasarkan pemantauan SCTV, melihat situasi yang berubah kacau itu polisi terpaksa melepaskan tembakan ke udara untuk menentramkan suasana. Akan tetapi, warga bukannya tenang dan malah lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Kendati begitu, secara umum pawai damai bersama ini berjalan dengan aman dan tertib.

Sebelumnya, pawai ribuan warga dari berbagai pelosok termasuk petugas keamanan tumpah ruah di Kantor Gubernur Maluku untuk menggelar pertemuan bersama buat sosialisasi damai [baca: Warga Ambon Mulai Menyerahkan Senjata]. Tak henti-hentinya lagu-lagu khas asal Maluku dikumandangkan para peserta pawai. Mereka bernyanyi bersama sambil berpegangan tangan. Kegembiraan yang tiada putus ini seolah menandai harapan dan kuatnya keinginan warga untuk kembali berdamai.

Setidaknya suasana damai ini adalah sebagai bagian dari interprestasi dari kesepakatan Malino II. Karena itu, pemerintah daerah setempat akan terus berupaya menjalankan isi dari perjanjian tersebut [baca: Sebelas Kesepakatan Mengakhiri Pertemuan Malino]. Masalah pengungsi, misalnya. Menurut Wali Kota Ambon Yopie Papilaja, pihaknya akan memulangkan pengungsi korban kerusuhan dalam waktu dekat. Pengembalian pengungsi ini akan dilakukan dengan melihat pertimbangan yang ada termasuk situasi keamanan. Contohnya di Ambon, sebagian besar warga telah kembali dan telah membangun kembali rumah mereka. Sedangkan warga di pelosok daerah belum dapat melakukannya mengingat keamanan di sana belum sepenuhnya normal.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6