Tekan Angka Perceraian, Menteri Agama Buat Kursus Calon Pengantin

Kursus calon pengantin juga bertujuan untuk menekan angka perceraian yang tiap tahun jumlahnya terus meningkat.

Diterbitkan 02 Juni 2016, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku saat ini pihaknya sedang menggagas kursus bagi para calon pengantin. Kegiatan tersebut dianggap penting untuk memberikan persiapan awal bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

"Dengan kursus ini, mereka diharapkan dapat memahami dengan baik masalah-masalah pernikahan dan rumah tangga, tugas dan tanggung jawab suami-istri,  serta bagaimana sih konsep anak dalam keluarga dan lainnya," ucap Lukman di acara Inspirato Liputan6.com di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis (2/5/2016).

Menurut Lukman kursus calon pengantin sangat diperlukan khususnya bagi para calon pasangan pengantin muda yang masih membutuhkan banyak pemahaman mengenai pendidikan keluarga.  

Baca Juga

  • Menag Lukman: Siswa MAN Juga Mampu Ikuti Kemajuan Teknologi
  • Waktu Tunggu 30 Tahun, Menag Lukman Minta Saudi Tambah Kuota Haji
  • Menag Targetkan Urusan Pemondokan Haji Tuntas Bulan Depan

"Generasi muda diperlukan pemahaman yang cukup apa arti keluarga, fungsi dan tugas suama istri, gimana mendidik anak. Karena jadi orang tua ini gak ada pendidikaannya, kompleksitasnya semakin keras, semakin tajam, diperlukan pada diri kita," kata Lukman.

Selain itu, menurutnya Lukman, kursus calon pengantin juga bertujuan untuk menekan angka perceraian yang tiap tahun jumlahnya terus meningkat.

"Agar angka perceraian kita tidak semakin tinggi dan  kekerasan pada rumah tangga juga semakin tinggi. Jadi menurut saya sesuatu penting, dukungan teman muda, gimana bisa siapkan diri pendidikan keagamaan dan bisa beri pendidikan berkualitas," ucapnya.

Mengenai bagaimana konsepnya, Lukman  mengaku saat ini masih dibahas dan disempurnakan. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan beberapa materi atau pembahasan dalam kursus tersebut.

"Kita ingin jangan terlalu lama karena pengorganisasiannya juga tidak sederhana. Jadi materinya akan kita persiapkan," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6