Sukses

Fahri Hamzah Buka-bukaan Soal PKS

Liputan6.com, Jakarta - Mantan politikus PKS Fahri Hamzah kembali berkicau tentang pemecatan dirinya dari keanggotaan partai dakwah. Dia menengarai ada agenda terselubung dalam keputusan itu.

"Apa sih yang mau kita sembunyikan? Ada agenda apa? Partai bukan punya kita kok..dakwah kan milik Allah..," cuit Fahri dalam ‏@Fahrihamzah yang dikutip Liputan6.com, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Tak hanya itu, Fahri bahkan menyentil seseorang yang juga kerap menimbulkan kontroversi namun tidak dianggap sebagai pelanggaran. Meski demikian, Fahri tidak menyebut sosok yang dimaksud.

"Kalau orang itu ngomong kontroversial, disebut, 'pendapat pribadi'. Kalau saya ngomong kontroversial, disebut 'dipecat'," tulis Fahri. 

"Kenapa sekarang kontroversi di ruang publik dianggap dan dihukum pakai alasan partai?" tanya dia.

Fahri mengaku tidak tahu apakah pimpinan PKS saat ini terkena gerilya politik atau tidak. Namun pemecatan dirinya itu dianggap sebagai keputusan yang aneh.

"Tapi yang jelas, serangkaian pembocoran itu menandakan partai sudah masuk angin...," ujar dia.

Wakil Ketua DPR ini menegaskan, tak ada yang mengerti kebenaran peristiwa tersebut. Karena hal itu dianggapnya sebagai agenda pribadi.

"Rekayasa untuk menjatuhkan saya ini memalukan..lalu mau mengisolasi saya...ini abad ke berapa?" tulis Fahri.

Dia pun memohon maaf kepada kader dan simpatisan atas kejadian ini. Karena ini dinilai sebagai keputusan yang tidak biasa. "Semoga Allah menyatukan kita kembali amin....," ujar mantan Wakil Sekjen PKS tersebut.

2 dari 2 halaman

Kemunduran PKS

Fahri menilai ada kemunduran cara berpikir dari para petinggi PKS saat ini. Capaian yang sudah didapatkan pada sekian periode akan kembali dibawa ke belakang.

"Mereka lupa berterima kasih apalagi bertukar pikiran dengan orang2 yang telah membantu kita di luar dan di dalam. Tiba2 mau main babat kalau dianggap tidak sejalan dan sepaham," cuit Fahri.

Bahkan, lanjut dia, para petinggi PKS itu tanpa malu mengatakan, "ini kan rezim kami sekarang. astagfirullah.."

Atas pemecatan itu, Fahri menanyakan alasannya kepada petinggi PKS. Ada 2 pertanyaan yang diajukan. 

"Apakah ada tekanan dalam keputusan itu? Dijawab tidak ada. Saya hanya perlu memastikan...ini dianggap tidak lumrah," ujar Fahri.

Pertanyaan kedua, lanjut dia, apakah kesalahan dirinya hingga dilengserkan dari PKS? "Dijawab tidak ada, bahkan saya dianggap kader terbaik," kata Fahri.

"Dari 2 jawaban atas 2 pertanyaan itu pasti ada yang bohong," tegas dia.

Jika tidak ada pelanggaran yang berat, berarti ada alasan lain di balik pemecetan itu. Namun Fahri merasa heran mengapa petinggi PKS tidak terbuka atas keputusan tersebut.

"Kalau tidak terbuka pasti ada yang akan main belakang..dan inilah yang nampak sekarang...," Fahri memungkas.