Polisi: Sopir dan Kernet Metro Mini Ngarang Soal Karyawan Telkom

Apa yang selama ini diceritakan sopir bernama Muhammad Sasih dan kernet bernama Muhammad Endah hanyalah karangan mereka berdua.

Diterbitkan 15 Februari 2016, 02:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya terus mendalami kasus perampokan karyawan Telkom di Metro Mini yang tengah melaju. Bagus Budi Wibowo, karyawan Telkom itu meninggal dunia setelah terjatuh dari Metro Mini. Ia diduga didorong para perampok.

Namun, dari keterangan 2 saksi yaitu sopir dam kernet Metro Mini S 640, polisi belum bisa mengambil kesimpulan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Sopir dan kernet berubah-ubah keterangannya," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Jakarta, Minggu (14/2/2016) malam.

Menurut dia, apa yang selama ini diceritakan sopir bernama Muhammad Sasih dan kernet bernama Muhammad Endah hanyalah karangan mereka berdua.

"Ternyata mereka mengarang cerita itu kepada rekan korban, termasuk kepada Polantas juga, (bahwa korban) didorong oleh pelaku (kejahatan)," ujar Krishna.

 

Baca Juga

  • Karyawan Telkom Tewas Dirampok, Polisi Intai Gerombolan Preman
  • Karyawan Telkom Tewas Dirampok di Metro Mini, Ini Cerita Sopir
  • Karyawan Telkom Tewas Dirampok, Sopir-Kernet Metro Mini Diperiksa

Namun begitu, polisi belum bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan korban Bagus. Untuk itu, kepolisian meminta waktu untuk terus mendalami kasus ini.

"Apa betul kejahatan jalanan di atas angkutan umum, atau kecelakaan dia jatuh, akan kami sampaikan ke publik nanti. Yang jelas faktanya, tas dan dompet milik korban masih ada dan diamankan. Sedangkan HP hilang," jelas Krishna.

"Apakah sudah ada tindak pidana atau belum, kami minta waktu ke publik buat selidiki ini biar terang dan tidak simpang siur," pungkas Krishna.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6