Sukses

3 Ungkapan Kegeraman Ayah Mirna Terhadap Jessica

Liputan6.com, Jakarta - Hampir sebulan polisi menyelidiki kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas usai menyeruput kopi Vietnam di Kafe Olivier, Jakarta. Teman ngopi Mirna, Jessica Kumala Wongso menjadi sorotan publik setelah diperiksa penyidik hingga dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Namun begitu, dalam sejumlah keterangan sebelum menjadi tersangka, Jessica mengaku tidak terlibat kematian Mirna. Bahkan ia pun mengungkapkan sejumlah alasan untuk menampik tudingan tersebut.

Namun hal yang disampaikan Jessica itu mendapat tanggapan berbeda dari ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin. Dia menilai Jessica banyak berbohong. Dia pun geram atas tingkah laku sahabat putrinya itu.

Berikut ini 3 ungkapan kegeraman ayah Mirna yang dihimpung Liputan6.com, Senin (1/2/2016):

2 dari 4 halaman

Tidak Mau Kenal Jessica

1. Tidak Mau Kenal

Edi menegaskan pihaknya tak akan berdamai dengan tersangka penebar sianida. Jessica dianggapnya sudah berbohong dari awal. Jika Jessica mengakui perbuatannya sejak diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, pihaknya akan sedikit lega kendati itu tak akan mengembalikan Mirna ke keluarga.

"Sebenarnya Jessica terus terang aja sama saya. Kenapa ia bunuh, salah anak saya apa? Mungkin saya bisa pertimbangkan. Saya dari awal sudah bilang, kenapa ia berbohong?" ujar EEdi saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Kebohongan ini membuat Edi kesal hingga enggan menanggapi ajakan komunikasi engan Jessica atau keluarganya. "Weis, Moh aku, moh! Enggak mau ah, kalau udah gini mau apa lagi?" ujar dia dengan nada tinggi.

Tak sampai di situ, Edi bahkan menyatakan 'perang' kepada Jessica dan keluarganya. Ia enggan berkomunikasi dengan mereka.

"Saya enggak kenal, enggak pernah mau kenal lagi. Mereka kan enggak berkomunikasi, kayak sudah musuh saja sama kita," jelas Edi.

3 dari 4 halaman

Pantas Dihukum Mati

2. Pantas Dihukum Mati

Dharmawan Salihin sangat terpukul atas kematian tragis putrinya, Wayan Mirna Salhin setelah menyeruput kopi beracun sianida. Ia sangat berharap sang pelaku segera terungkap dan dihukum berat, bahkan hukuman mati sekali pun.

"Ya bagus dong, pelaku dihukum seharusnya. Kan bunuh orang, pantas banget kali (dihukum mati)," ujar Dharmawan usai melengkapi keterangan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Tapi, menurut Dharmawan, hukuman itu dapat terwujud tergantung bagaimana hukum yang berlaku saat ini. Dia menaruh harapan kepada kepolisian agar bekerja maksimal mengungkap pembunuh putrinya, Mirna.

"Ya intinya gini, saya minta agar kasus ini benar-benar dibongkar, kalau tidak ya sangat berbahaya. Orang udah ngeracun masa tidak ada hukumannya," tutur dia.

4 dari 4 halaman

Terus Terang Saja

3. Terus Terang Saja

Edi Darmawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin, korban pembunuhan melalui kopi beracun mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. Dia datang memenuhi panggilan polisi untuk pemeriksaan lanjutan.

Berkemeja biru tua, Edi tiba di Direskrimum dan langsung menjadi serbuan awak media.

"Mungkin polisi melakukan pemeriksaan lagi, saya ikut dipanggillah," ujar Edi, Senin (1/2/2016).

Pada pemanggilan yang kedua kalinya ini dia geram. Sebab, sejak awal pemeriksaan, dia sudah yakin hanya 2 orang yang mungkin menjadi pembunuh anaknya.

Menurut dia, Jessica merupakan sosok yang pandai berbohong. Dia menganggap pengakuan Jessica terlalu berbelit-belit hingga menyusahkan semua orang.

"Sebenarnya Jessica terus terang saja, kalau begini terus, kan repot kita," imbau Edi.