Sukses

Dubes Mesir: Andai Nabi Muhammad Lihat Sindiran Charlie Hebdo...

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki mengecam aksi terorisme terhadap majalah Charlie Hebdo yang dilakukan Cherif dan Said Kouachi. Ia menegaskan ajaran Islam jauh dari tindakan demikian.

"‎Kami sebagai negara Muslim, dan semua negara Muslim mengecam serangan tersebut. Penyerang aksi tersebut pastilah bukan Muslim, karena Islam itu jauh dari aksi terorisme dan penuh dengan aksi perdamaian, toleransi, pengampunan," ujar Dessouki, di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (12/1/2014).

Dessouki pun menuturkan‎ seandainya Nabi Muhammad masih hidup dan melihat gambar sindiran yang dibuat Charlie Hebdo, pasti tidak akan melakukan perbuatan keji yang dilakukan oleh kakak beradik tersebut. Bahkan, Nabi Muhammad malah akan mengajak para kartunis yang membuat gambar tersebut untuk duduk bersama dan membicarakan masalah.

"Pasti mereka mengira ini perbuatan balas dendam dari Muslim karena membuat sindiran kartun Nabi Muhammad. Andai saja Nabi Muhammad masih hidup, dan dia lihat karikatur itu, apa yang akan terjadi? Apakah dia akan membunuh mereka? Tidak akan pernah," imbuhnya.

"Nabi Muhammad akan mengasihi mereka, dan akan mengajak mereka bicara karena dia merupakan orang yang cinta damai," tegas Dessouki.

Dessouki pun menyimpulkan kakak beradik yang kini telah tewas setelah diserbu oleh Polisi Prancis, tak bisa dikategorikan sebagai umat Islam. "Jadi saya sangat yakin pelakunya bukanlah Muslim. Ada beberapa kelompok yang menggunakan mereka untuk menyudutkan Islam," tandasnya.

Kakak-beradik yang menjadi tersangka penyerangan kantor majalah satire Charlie Hebdo, Cherif dan Said Kouachi tewas setelah polisi menyerbu gedung yang menjadi tempat persembunyian kakak beradik di kawasan Dammartin-en-Goele, sekitar 40 kilometer arah timur laut Paris.

Pada Rabu 7 Januari lalu, Cherif dan Said Kouachi dinyatakan telah melakukan penyerangan di kantor Charlie Hebdo, hingga mengakibatkan 12 orang tewas, termasuk Pemimpin Redaksi  Stephane Charbonnier dan 2 polisi. Selain Cherif dan Said, ada 1 tersangka lain yang telah menyerahkan diri ke polisi.

Menurut badan intelijen Yaman salah satu pelaku penembakan di kantor Charlie Hebdo, yaitu Said Kouachi, pernah bertemu dengan perekrut utama Al Qaeda di Yaman, AQAP, Anwar al Awlaki. Sementara sebelum tewas di tangan polisi, Cherif Kouachi mengatakan kepada salah satu stasiun televisi Prancis bahwa dia dibiayai oleh tokoh AQAP yang tewas pada 2011 ini. (Ein)

Loading