Sukses

Hari Ke-7, Mahasiswa Terseret Ombak di Yogya Belum Ditemukan

Liputan6.com, Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang terseret ombak di Pantai Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, pada Sabtu 7 Desember 2014, hingga kini masih belum ditemukan.

Koordinator SAR Wilayah V Glagah Samsudin mengatakan, pihaknya sudah menerapkan standar operasi pencarian korban, yang bernama Indra Akbar M Ali, selama 3X24 jam ditambah dua hari sesuai permintaan keluarga korban.

"Sampai sekarang masih belum ditemukan ini sudah hari ke-7. Sekarang kita pemantauan saja, karena SOP-nya kan 3X24 jam ditambah dua hari," ujar Samsudin kepada Liputan6.com, Jumat (2/12/2015).

Samsudin mengaku kesulitan mencari korban yang terseret arus deras Pantai Bugel Kulonprogo. Selain itu, cuaca buruk menambah sulitnya pencarian.

"Kita kesulitan, mau pakai perahu tapi ombak besar dan cuaca buruk dan hujan, jadi ya kita prosesnya nunggu aja," ujar dia.

Samsudin mengaku, dalam proses pencarian timnya berkoordinasi dengan Tim SAR pantai di Bantul dan Gunungkidul.

"Kita berkoordinasi dari Bantul sampai Gunungkidul, kita jadi satu organisasi. Lalu pihak keluarga ikhlas dan menyadari kondisiĀ  pantai selatan berbeda dengan pantai di sana," ujar dia.

Samsudin menceritakan, korban hilang setelah melakukan Malam Keakraban (Makrab) di Pantai Bugel bersama 25 orang lainnya. Sabtu 27 Desember 2014, sekitar pukul 07.30 WIB, korban bersama teman-temannya mandi di laut.

Lalu, 3 orang terseret arus, termasuk Indra. Dua selamat dan dibawa ke Puskesmas Barongan, sedangkan 1 lainnya yakni Indra hilang hingga saat ini. Dua korban, yakni Rabit Suhada dan Jul CT berhasil diselamatkan warga sekitar. Indra sendiri merupakan mahasiswa asal Tidore, Maluku Utara, dan saat ini tengah menempuh kuliah semester tiga di UMY. (Sun/Yus)