Sukses

Sebelum Masuk RS, Gayatri Pusing saat Lari Pagi

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sempat menjalani perawatan sejak 20 Oktober lalu di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng, Jakarta Pusat, jenazah Gayatri Wailissa, yang menguasai 14 bahasa kini telah diambil keluarganya.

Kerabat Gayatri, Hasni, yang dihubungi Liputan6.com mengatakan, saat ini jenazah remaja 19 tahun itu masih disemayamkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Selanjutnya, jenazah duta ASEAN itu akan diterbangkan ke kampung halamannya, Ambon, Maluku, untuk dimakamkan.

Kepergian Gayatri membuat keluarganya shock. Sebab Gayatri sebelumnya tidak menderita sakit tertentu. Dia juga tak pernah mengeluh merasakan sakit di tubuhnya.

"Kami tak pernah menduga, dia tidak ada sakit. Tolong doakan semoga kuburnya dilapangkan," kata Hasni dengan suara gemetar, Jumat (24/10/2014).

Menurut Hasni, Gayatri dilarikan ke rumah sakit setelah menderita pusing saat lari pagi di Taman Suropati, Jakarta. Menurut Hasni, saat itu Gayatri didampingi pengawal.

"Pusing dia saat itu lari pagi di Senopati, terus langsung masuk rumah sakit," ujar Hasni.

Lahir di Ambon pada 31 Agustus 1995, Gayatri adalah kebanggaan keluarga. Selain menguasai 14 bahasa dalam umur yang masih muda, putri pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi, dan Nurul Idawaty, itu semasa hidupnya juga menorehkan sederet prestasi.

Gayatri yang bercita-cita menjadi diplomat pernah mewakili Indonesia dalam Konvensi Hak-hak Anak tingkat ASEAN di Thailand (CRC). Dalam forum tersebut, Gayatri diberikan kepercayaan sebagai penerjemah. Berkat penguasaannya dalam bidang bahasa itulah, Gayatri kemudian dijuluki sebagai "Doktor Cilik" dari Indonesia.

Selain fasih berbahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, dan India, Gayatri juga piawai membaca puisi, main teater, drama, main biola, dan menulis. (Yus)