Musik Puisi, "Jangan Cintai Ibu Pertiwi"

Emha Ainun Najib bersama Kelompok Dinasti Kiai dan Kanjeng menggelar pementasan musik puisi di GKJ. Pergelaran dibuka dengan puisi doa bagi korban Situ Gintung.

Diterbitkan 04 April 2009, 07:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun bersama Kelompok Dinasti serta Kiai Kanjeng asal Yogyakarta menggelar pementasan musik puisi bertajuk Jangan Cintai Ibu Pertiwi di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (3/4) malam. Pementasan diawali dengan puisi doa bagi korban musibah Situ Gintung yang dibawakan Cak Nun.

Selanjutnya, lima orang secara bergantian membacakan puisi pada reportoar yang digarap penata musik Novi Budianto dan Bobiet Santoso. Kebanyakan puisi dibacakan selazimnya. Tapi, ada juga yang dijadikan musikal dengan dilengkapi gerak tubuh sejumlah pemain teater.

Jangan Cintai Ibu Pertiwi merupakan puisi panjang karya Cak Nun yang merefleksikan keprihatinan tentang kesemrawutan Tanah Air. Cak Nun mempertanyakan wajah-wajah penghias sudut kota dan desa yang meminta dicontreng pada pemilihan umum mendatang. Ia pun mengkritik orang-orang yang berlindung di balik gambar tokoh tertentu untuk menarik simpati masyarakat.(IKA/Agus Faisal Karim dan Yuli Sasmito)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6