Bos Pabrik Rajabrana Janji Bayar Gaji Buruh

Pemilik pabrik tekstil Rajabrana di Cimanggis, Depok, Jabar, yang memang sudah ditunggu para buruh, akhirnya datang dengan pengawalan ketat. Ia berjanji akan membayar gaji para buruh selama dua bulan.

Diterbitkan 12 Juni 2008, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Depok: Empat hari sudah sekitar 4.000 buruh PT Rajabrana berunjuk rasa. Akhirnya, hari ini (12/6), salah satu pemilik pabrik, Darwin Wijaya, datang dengan pengawalan ketat. Dalam pertemuan dengan buruh, manajemen perusahaan tekstil itu setuju membayar gaji para pekerja yang tertunggak selama dua bulan. Disepakati pula, pada masa mendatang, pabrik yang kini dilanda kesulitan keuangan akan diurus dua pihak, yakni manajemen dan serikat pekerja [baca: Tuntutan Ribuan Buruh Rajabrana Belum Terpenuhi].

Di samping gaji, para buruh juga meminta agar dana Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau Jamsostek senilai Rp 3,6 miliar dicairkan. Bila hasil kesepakatan tidak dijalankan, para buruh akan kembali berdemonstrasi. Adapun unjuk rasa itu telah menelan satu korban jiwa saat aksi protes digelar di depan pabrik mereka di kawasan Cimanggis, Depok, Selasa silam [baca: Seorang Pekerja Tewas Saat Berunjuk Rasa].

Di Cimahi, Jawa Barat, para buruh PT Benang Warna Indonesia juga berunjuk rasa di depan pabrik. Mereka menuntut perusahaan memenuhi hak normatif buruh, seperti jaminan kesehatan. Para buruh merasa, selama ini perusahaan mengabaikan hak-hak mereka. Padahal, kehidupan mereka kini kian sulit karena harga kebutuhan pokok merangkak naik menyusul kenaikan harga bensin.(ANS/Nahyudi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6