Warga Mengikuti Latihan Antisipasi Ledakan Merapi

Tim penyelamatan bencana Merapi menggelar latihan penyelamatan di tiga desa yang dekat dari puncak Merapi. Jika letusan Merapi menyebar hampir ke seluruh lereng, keselamatan lebih dari 20 ribu jiwa di tiga kabupaten terancam.

Diterbitkan 15 April 2006, 02:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Boyolali: Tim penyelamatan bencana Merapi wilayah Boyolali, Jawa Tengah, memimpin latihan penyelamatan diri dari bencana letusan Gunung Merapi, Jumat (14/4). Langkah ini ditempuh menyusul meningkatnya status Gunung Merapi menjadi siaga [baca: Status Gunung Merapi Menjadi Siaga].

Latihan penyelamatan itu digelar di tiga desa yang hanya sekitar tiga kilometer dari puncak Merapi. Dalam latihan ini, petugas penyelamatan mendatangi permukiman warga yang paling dekat dengan puncak Gunung Merapi.

Warga kemudian diminta secepat mungkin meninggalkan rumah menuju pengungsian dengan hanya membawa barang penting. Di antaranya, uang, perhiasan, dan baju secukupnya. Sedangkan untuk ternak peliharaan, warga diminta untuk menjualnya atau menitipkan di tempat yang aman dari sekarang untuk menghindari kerugian lebih besar. Mereka selanjutnya berbondong-bondong menuju tempat pengungsian sementara melalui jalur yang telah ditentukan.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Yogyakarta, aktivitas Merapi kembali meningkat. Ini terlihat dari jumlah gempa fase banyak atau multifase yang sebelumnya mencapai 70 kali per hari menjadi 110 kali per hari sejak pagi tadi [baca: Penduduk di Lereng Merapi Tetap Bekerja].

Berdasarkan skenario BPPTK, kemungkinan terburuk akan terjadi apabila letusan Merapi menyebar hampir ke seluruh lereng. Jika ini terjadi, akan mengancam keselamatan lebih dari 20 ribu jiwa di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Kabupaten Sleman. Jika lebih dominan ke arah barat, letusannya tak akan memakan korban jiwa karena jauh dari permukiman penduduk. Namun jika mengarah ke utara, warga yang berjarak empat kilometer dari puncak Merapi akan terancam.(YAN/Ferry Aditri dan Wiwik Susilo)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6