Sukses

Sebelas Nominasi Piala Citra buat <i>GIE</i>

Liputan6.com, Jakarta: Film GIE, Brownies, dan Virgin akan bersaing keras untuk meraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2005 yang akan berlangsung 15 Desember mendatang. Ketiga film itu mengantongi nominasi terbanyak dari 12 kategori penilaian. GIE dijagokan dalam 11 kategori peraih Piala Citra. Sedangkan Brownies dan Virgin sama-sama sepuluh kategori. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Jakarta, belum lama ini.

Dari informasi yang dihimpun www.liputan6.com, GIE unggul dalam Film Cerita Bioskop Terbaik (PT Miles Films), Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Wulan Guritno), Pemeran Utama Pria Terbaik (Nicolas Saputra). Delapan lainnya yakni Pemeran Utama Pendukung Pria Terbaik (Lukman Sardi), Sutradara Terbaik (Riri Riza), Skenario Terbaik (Riri Riza), Sinematografi Terbaik (Yudi Datau). Pun demikian dalam kategori Editing Terbaik (Sastha Sunu), Tata Artistik Terbaik (Iri Supit), Tata Suara Terbaik (Handy Ilfat, Satrio Budiono serta Adityawan Susanto), serta Tata Musik Terbaik (Thoersi Argeswara).

Sepanjang tahun ini sedikitnya ada 40 film anak negeri diproduksi. Namun cuma sebagian yang dianggap memenuhi standar kualifikasi untuk bersaing di ajang FFI 2005. Tahun ini merupakan penyelenggaraan FFI terbesar dengan menelan dana sekitar Rp 1,7 miliar.

Bagi kalangan perfilman, anugerah Piala Citra dalam FFI cukup bergengsi sebagai barometer kualitas dan kreasi berseni. Sauzan, yang diunggulkan sebagai pemeran pendukung wanita terbaik mengakui hal itu. "Buat gue sih lumayan bergengsi. Tapi di luar itu gue liatnya focusing on creation," kata pemeran Vela dalam film Detik Terakhir. Ungkapan Sauzan diamini Mike Mulardo, nomine aktor pendukung pria terbaik di film Detik Terakhir. "Cukup bergengsi karena semua menghargai seni," ujar Mike.

Meski sempat vakum selama 12 tahun, penganugerahan Piala Citra tahun ini diharapkan mampu memicu semangat pekerja seni sinematografi. Demikian pula untuk membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap industri film dalam negeri.(AIS/Widiyaningsih dan Yon Helfi)