Menyulap Ban Bekas Menjadi Meja Kursi

Warga Desa Kabunan, Kecamatan Slawi Kulon, Tegal, Jawa Tengah terkenal sebagai setra kerajinan ban bekas menjadi perabot rumah tangga. Ban bekas ukuran besar bisa diubah menjadi sandal atau meja kursi.

Diterbitkan 13 Desember 2005, 06:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tegal: Ban bekas di tangan warga Desa Kabunan, Kecamatan Slawi Kulon, Tegal, Jawa Tengah ternyata bisa disulap menjadi benda bernilai ekonomi tinggi. Mereka mengubah ban menjadi perabot rumah tangga seperti tali karet, vas bunga, meja, kursi atau sandal. Harga peralatan itu bervariasi mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 30 ribu.

Aladin, seorang warga Desa Kabunan, sudah menekuni usaha kerajinan ban bekas sejak 15 tahun silam. Dia mengaku memulai usaha dengan modal Rp 1 juta. Semua modal dibelikan ban-ban bekas dari bengkel atau pemasok dari Jakarta. Satu ban bekas ukuran besar dibeli Aladin seharga Rp 10 ribu. Dia lantas membeli pisau pembelah, paku, martil, dan cat dari sisa uang.

Setelah seluruh ban bekas terkumpul Aladin mulai berkreasi. Ban disisir dan dipotong tipis sesuai barang yang hendak dibuat. Aladin mengaku, dalam satu pekan bisa memproduksi ratusan helai tali karet, 100 set meja-kursi, 120 vas bunga, dan 300 tempat sampah.

Soal harga, sehelai tali karet sepanjang lima meter Rp 5.000, sandal dan vas bunga dijual Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Seperangkat meja kursi terdiri dari satu meja dan tiga kursi tanpa pengecatan harganya Rp 150.000. Sedangkan satu set meja kursi yang sudah dicat Rp 200.000. Aladin menambahkan, pemasaran mencakup ke Pekalongan, Brebes, Pemalang, Batang, Semarang, Purwokerto, Cirebon, dan Purwakarta.(KEN/Sugihartono)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6