Empat Batalyon TNI Dipulangkan dari Aceh

Sekitar 2.000 prajurit TNI ditarik dari Tanah Rencong sebagai bagian dari penarikan tahap kedua. Tentara ini telah bertugas di Aceh selama 14 bulan. Sekitar 25 dari mereka gugur saat menjalankan tugas.

Diterbitkan 18 Oktober 2005, 14:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Aceh Utara: Sebanyak empat batalyon atau 2.000 pasukan TNI ditarik dari Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (18/10) ini. Pemulangan ini adalah bagian dari penarikan tahap kedua yang akan berlangsung hingga Desember nanti, sesuai dengan jumlah senjata yang diserahkan Gerakan Aceh Merdeka kepada Aceh Monitoring Mission.

Sejak 14 bulan silam pasukan ini telah bertugas di sejumlah wilayah di Tanah Rencong dalam operasi pemulihan keamanan. Sebagian dari mereka sebelumnya ditempatkan di Aceh Jaya dan Aceh Timur. Para prajurit ini antara lain berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Sekitar 25 dari mereka gugur saat menjalankan tugas. Empat belas di antaranya tewas dalam musibah Tsunami, Desember 2004, sewaktu bertugas di Aceh Jaya. Rencananya upacara pelepasan akan dipimpin Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal Supiadin AS di Pelabuhan Krueng Geukeh, Aceh Utara.

Sejalan dengan penarikan pasukan TNI, GAM juga telah menyerahkan senjata yang dimilikinya untuk dimusnahkan. Hingga tahap kedua, sebanyak 570 senjata sudah diserahkan. Namun hasil verifikasi hanya mencatat 476 yang diterima kedua belah pihak. Dengan demikian, masih ada 364 senjata yang belum diserahkan dari total 840 pucuk yang dimiliki GAM. Penyerahan senjata sisa ini rencananya dilakukan menjelang 15 November mendatang.(MAK/Muhammad Nasier dan Muhammadan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6