Sukses

Jenazah Sultan Deli XIII Disambut Air Mata

Liputan6.com, Lhokseumawe: Suasana duka dan haru menyambut kedatangan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat angkut TNI Angkatan Udara di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Kamis (21/7) petang, tiga jenazah dan tiga korban luka berat kecelakaan pesawat CN-235 tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Kelapa Sawit, Polonia, Medan, Sumatra Utara.

Dua korban tewas sempat disemayamkan di apron Lanud Kelapa Sawit. Sedangkan jenazah Letnan Kolonel Sultan Otteman III Mahmud Ma`amun Padrap Perkasa Alam (Sultan Deli XIII) langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan di Istana Maimun di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Medan, Sumut.

Sebelumnya, keharuan menyelimuti keluarga dan kerabat Kesultanan Deli saat jenazah Letkol Otteman Mahmud diturunkan dari pesawat. Para kerabat tampak begitu kehilangan putra kebanggaan Kesultanan Deli ini. Korban adalah Sultan Deli ke-13 menggantikan ayahnya yang mangkat pada 5 Mei 1998, yakni Sultan Deli ke-12 Sultan Azmi Perkasa Alam.

Menantu dari Gubernur Sulawesi Selatan Zainal Bahri Palaguna ini disemayamkan di Istana Maimun. Bahkan jenazahnya didudukkan di kursi singgasana sebagai simbol kehormatan. Menurut salah seorang kerabat Sultan Deli, sebelum jenazah disalatkan di Masjid Raya Al-Maksum--lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan--akan dilangsungkan upacara pengukuhan Sultan Deli ke-14. Adapun jenazah Sultan Deli XIII akan dimakamkan di kompleks raja di sekitar Masjid Raya Medan.

Kesedihan serupa menyelimuti rumah Letkol Infanteri Tugas Wignyo di Asrama Batalyon Infanteri 521, Jalan Insiyur Sutami, Kediri, Jawa Timur. Tampak sejumlah warga dan anggota Yonif 521 yang datang menyampaikan ucapan belasungkawa. Rencananya, besok pagi, korban disemayamkan di Markas Komando Daerah Milter Brawijaya, Surabaya, Jatim. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah ibu kandung Tugas di Malang, Jatim dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Suropati.

Namun, wartawan yang meliput di kediaman almarhum Tugas dilarang masuk oleh Komandan Distrik Milter 0809 dengan dalih harus menunggu kehadiran Sentot Maksum, Komandan Resor Militer Citra Panca Yudhajaya. Walaupun Sentot telah tiba di rumah duka, wartawan tetap dilarang mengambil gambar.

Sehubungan dengan musibah tersebut, sejumlah warga sekitar Bandar Udara Malikussaleh, Lhokseumawe, mengatakan, pesawat CN-235 terlihat oleng ke kanan ketika mendekati landasan bandara. Berselang kemudian, pesawat yang dipiloti Kapten Imam Subekti jatuh di atas rumput beberapa meter dari landasan bandara.

Pesawat dengan nomor registrasi A-23-1 ini mengangkut sejumlah perwira TNI yang akan menghadiri pengarahan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Lhokseumawe, Jumat ini. Tiga perwira TNI yang tewas, yakni Komandan Yonif 312 Subang Letkol Otteman Mahmud Perkasa Alam, Komandan Yonif 521 Kediri Letkol Tugas Wignyo serta Kepala Staf Komando Distrik Militer Aceh Barat Daya Mayor Taufan D.S. sempat disalatkan di Rumah Sakit Kesehatan Kodam Lhokseumawe sebelum diberangkatkan ke Medan untuk selanjutnya ke Jakarta.

Sedangkan 10 penumpang lain termasuk tujuh awak pesawat yang luka-luka masih menjalani perawatan di RS Kesdam Lhokseumawe. Sejauh ini penyebab kecelakaan diduga diakibatkan mesin pesawat mati [baca: Kecelakaan Pesawat CN-235 Akibat Kerusakan Mesin].

Selain itu, tiga korban luka berat, yakni pilot pesawat Kapten Penerbang Iman Subekti, Kopilot Letnan Satu Penerbang Jerimias Waang, dan Sersan Mayor Sarwono dilarikan ke Rumah Sakit Kodam I Bukit Barisan, Medan. Ketiganya mengalami luka serius di bagian tangan, kaki, dan kepala.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)