Pit Bull, Jawara Anjing Petarung

Nuno adalah contoh jenis anjing petarung. Selain dilatih bertarung, ternyata anjing jenis pit bull ini mampu menarik sebuah jip sejauh sepuluh meter. Meski tampak garang, di tangan pemiliknya Nuno adalah penurut.

Diterbitkan 18 Juni 2005, 17:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sleman: Anjing adalah sahabat setia manusia sejak dahulu kala hingga sekarang. Selain dapat dilatih atau berinteraksi dengan manusia, anjing memiliki keahlian dan tingkat kecerdasan tinggi ketimbang hewan berkaki empat lainnya. Ada beragam ras anjing yang hidup di permukaan bumi. Satu di antaranya anjing pit bull. Jenis anjing ini mempunyai karakter serta temperamen yang stabil. Konon, bangsa Romawi-lah yang pertama menemukan dan melatih nenek moyang pit bull, hampir dua ribu tahun lampau.

Di zaman modern ini, ternyata anjing pit bull masih mewarisi bentuk fisik nenek moyangnya. Bertubuh kekar dan bermuka garang menjadikan pit bull sebagai anjing favorit peliharaan kaum muda. Nuno, misalnya. Pit bull berusia empat belas bulan ini dirawat dan dididik oleh Anton Wibowo, pemiliknya. Anton tinggal di sebuah kawasan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Semenjak usia sembilan bulan, Nuno dilatih secara fisik oleh Anton. Anjing ini dilatih untuk menjadi anjing penyabar, pantang menyerah dan memiliki stamina yang kuat. Saban dua hari sekali Nuno dilatih spring pulling atau melompat. Meski tingginya tak melebihi 40 sentimeter, anjing berbulu belang putih dan cokelat muda ini lihai melakukan loncatan setinggi dua meter. Latihan tersebut bertujuan membentuk otot di bagian leher dan rahang.

Fisik Nuno sebenarnya belum sempurna. Namun sebagai anjing pit bull, Nuno sudah memiliki mental dan naluri petarung sejati. Anton pun mengakui hewan peliharaannya itu memiliki bakat yang bagus. Hanya, bakat yang dipunyai Nuno harus disertai sejumlah latihan. Dengan kata lain, tambah Anton, anjing petarung itu memang harus diciptakan.

Saat senggang usai latihan, Nuno pun diajak sang majikan berkeliling kampung. Tak sekadar jalan-jalan. Ternyata, Nuno kembali menunjukkan kebolehannya. Dengan mengibaskan ekor pendeknya, anjing ini mendorong sepeda yang tengah dikendarai Anton. Menurut Anton, permainan semacam ini sekaligus untuk meredam emosi Nuno setelah seharian menerima berbagai macam latihan.

Kini, siang berganti malam. Anton segera menyalakan lampu petromaks. Pada saat inilah, setelah seharian melatih Nuno keluarga Anton berkumpul. Tradisi lama pun dilakukan, yakni mencari ikan di malam hari. Seperti tak ingin lepas dari majikannya, Nuno pun turut serta. Keluarga Anton mencari ikan di Sungai Klanduan, Kabupaten Sleman.

Namun kali ini Nuno tidak sendirian. Anjing ini ditemani Bunga yang masih satu turunan dengannya. Dengan mengandalkan cahaya petromaks, keluarga Anton beserta kedua anjing itu menyusuri bantaran Sungai Klanduan. Jalan setapak itu berumput meski di beberapa bagian sangat licin dan terjal.

Di suatu tempat rombongan Anton berhenti. Mereka pun mulai menangkap ikan. Uniknya, Anton dan keluarganya menangkap ikan-ikan tersebut dengan cara tradisional. Kesibukan itu tak membuat Nuno tinggal diam. Anjing tersebut turut membantu menangkap ikan. Dengan mengandalkan penciuman yang tajam, Nuno dapat mengetahui persembunyian beberapa ekor ikan. Saat-saat seperti itu, kepiawaian Nuno memang dibutuhkan.

Ikan-ikan hasil tangkapan tersebut kemudian dibakar untuk dijadikan lauk santapan malam. Nuno pun turut serta dalam aktivitas itu. Boleh dibilang, anjing penurut ini menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga Anton. Malam pun semakin larut. Mereka berkumpul sambil mengitari api unggun, mengusir dinginnya angin malam.

Seperti anjing peliharaan lainnya, Nuno memang kelihatan jinak dan penurut. Namun pada dasarnya karakter anjing terkait dengan faktor genetika asal keturunannya. Bila masih kecil, setiap anjing terlihat lucu dan tak berdaya. Barulah setelah dewasa karakter asli anjing akan muncul sesuai dengan turunan asli dari rasnya. Ada baiknya seekor anjing sejak kecil sudah harus dirawat dan dididik sesuai yang diinginkan pemiliknya.

Nuno adalah anjing jenis pit bull. Ras anjing pit bull memiliki temperamen yang relatif stabil. Kendati tampak penurut dan sabar, pit bull tetap memiliki insting seekor anjing. Secara genetis, mereka menyimpan potensi sebagai anjing petarung. Bahkan di Amerika Serikat pemeliharaan anjing ini cukup diawasi ketat oleh pemerintah setempat.

Secara fisik, penampilan pit bull memang garang dan sangar. Namun di balik penampilan tubuhnya itu, pit bull merupakan anjing paling penurut terhadap majikannya. Tak salah bila di negeri asalnya, pit bull ini mendapat julukan sebagai anjing badut yang garang.

Ini seperti yang dipertontonkan Nuno saat bercanda dengan pemiliknya. Nuno merupakan salah satu ras pit bull Amerika atau American pit bull terrier.

Sepintas penampilan fisik pit bull mirip anjing lokal. Terlebih pada tinggi badan dan bobotnya yang tak jauh berbeda. Kendati berasal dari Benua Amerika, Nuno memiliki silsilah nenek moyang yang panjang. Maklum, perkembangbiakan anjing pit bull sangat berkaitan dengan peradaban manusia.

Berdasarkan artefak Kerajaan Assyria di Irak, kedekatan anjing dengan manusia berlangsung sejak tahun 1500 sebelum Masehi. Pada masa Kerajaan Epirus (Yunani kuno), suku Molossi telah menggunakan anjing molossus untuk berburu dan menakuti lawannya.

Begitu pula orang Romawi. Pada masa kejayaan Kekaisaran Romawi, misalnya. Salah satu penguasa, yakni Kaisar Caludius (berkuasa sekitar tahun 50 Masehi) menggunakan anjing molossus sebagai anjing perang. Anjing molosus digunakan juga dalam pertunjukan di arena gladiator.

Jauh ke depan, tepatnya pada abad XVI, bangsawan Kerajaan Inggris mempertarungkan anjing molossus atau molossians dengan banteng. Nah, sejak itulah anjing keturunan molossus di Inggris dikenal sebagai pit bulldog atau anjing yang berada di arena tarung.

Kemudian pada abad XVIII, kaum pekerja di Negeri Britania mengadu pit bull dengan sesama rasnya sebagai anjing taruhan. Tetapi di akhir abad itu pula, keturunan pit bull Inggris dibawa para imigran ke Benua Amerika. Hingga sekarang orang lebih banyak mengenal sebagai anjing Amerika modern.

Anjing pit bull mulai dikenal di Indonesia awal era 1990-an. Dengan kemampuan yang cepat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar serta sifat loyal pada majikan menjadikan anjing ini kerap digunakan sebagai anjing penjaga.

Kendati demikian, karakter pit bull sangat berkaitan dengan watak pemiliknya. Pit bull bisa menjadi anjing yang beringas. Atau sebaliknya pit bull dapat menjadi anjing pendamping keluarga. Ini semua tergantung cara manusia membentuk tabiat peliharaannya tersebut. Pun demikian dengan Anton. Ia melatih Nuno dengan penuh disiplin dan sabar.

Sekarang tibalah saat Anton untuk pertama kali menguji coba kehandalan Nuno. Tali pengaman pun dikenakan ke tubuh Nuno. Dalam aksi kali ini Nuno akan menunjukkan kemampuan spektakulernya, yakni menarik kendaraan roda empat.

Nuno yang beratnya hanya 32 kilogram ini mencoba menarik mobil yang berbobot mencapai lebih dari setengah ton. Meski bobot tubuhnya tak sebanding dengan berat mobil, bukan berarti Nuno menyerah begitu saja.

Dengan sekuat tenaga Nuno berupaya menarik jip peninggalan Perang Dunia II. Para pendukung pun tak henti-henti menyemangatinya. Perlahan-lahan mobil itu bergerak hingga sejauh 10 meter. Nuno berhasil. Sebuah pertunjukan yang dahsyat, memang.

Setelah menguras tenaga, Nuno pun diajak bersosialisasi dengan anjing-anjing lain. Beberapa pit bull dan ras lain berkumpul bersama untuk melakukan perjalanan mengelilingi hutan lindung di Tlogo Sari, Kaliurang di pinggiran Kota Yogyakarta.

Proses ini bertujuan melatih para anjing berinteraksi dengan ras yang berbeda. Kendati demikian, sang pemilik tak akan melepas jauh anjing miliknya. Terutama buat mencegah perilaku anjing yang belum bisa berinteraksi dengan baik.

Komunitas pecinta anjing pit bull memang sering berkumpul untuk berbagi pengalaman. Kali ini mereka ingin melatih anjing-anjingnya untuk dididik menghindari perkelahian jalanan. Para pencinta pit bull pun meyakini, anjing mereka berpotensi berkelahi di mana pun saat merasa ada tantangan. Apalagi anjing termasuk hewan yang memiliki insting bertarung.

Lantaran itulah mereka membuat arena khusus untuk ajang latihan pertarungan. Nuno, pada awalnya terlihat tenang dan penyabar. Namun kali ini ia berubah menjadi garang begitu mengetahui ada anjing lain masuk wilayah kekuasaannya. Nuno pun merangsek dan berhasil menggigit leher musuhnya. Sang lawan pun terkaing-kaing kesakitan. Kedua anjing segera dipisahkan. Sekali lagi kehebatan Nuno terbukti.

Adapun naluri hewani seperti itulah yang selalu diperhatikan oleh pemilik pit bull. Terutama saat anjingnya menggigit musuhnya. Anjing jenis pit bull memang tersohor memiliki daya gigit sangat kuat.

Pertarungan itu memang berbahaya karena anjing akan mengalami luka. Boleh jadi, para penyayang binatang bakal bergidik melihat pertarungan sadis itu. Terlepas dari pandangan ini, tentunya, komunitas pencinta pit bull memiliki alasan tersendiri. Para pemilik pit bull menganggap latihan semacam itu sangat bermanfaat. Terutama agar dapat memperhatikan karakter dari trah anjing petarung.(ANS/Hardjuno Pramundito dan Binsar Rahardian)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6