Ejae KPop Demon Hunters Menikah, Tampil Menawan Berbalut Gaun Danielle Frankel dan Hanbok Tradisional Korea

Ejae KPop Demon Hunters resmi menikah dengan Sam Kim dalam balutan gaun pengantin etheral

Liputan6.com, Jakarta - Pernikahan Ejae, penyanyi sekaligus penulis lagu di balik kesuksesan soundtrack KPop Demon Hunters, dan produser musik Sam Kim berlangsung intim sekaligus penuh makna di Seoul, Korea Selatan. Digelar pada 17 Oktober 2026, pernikahan pasangan yang telah menjalin hubungan sejak 2017 ini tak hanya mencuri perhatian lewat kisah cinta mereka, tetapi juga pilihan busana pengantin Ejae yang memadukan estetika modern dengan akar budaya Korea. 

Menariknya, Ejae tidak hanya mengenakan satu gaun sepanjang rangkaian pernikahannya. Ia menyiapkan sejumlah tampilan yang memiliki karakter berbeda, mulai dari hanbok untuk prosesi Paebaek, gaun pengantin custom untuk upacara utama, hingga gaun berkilau untuk resepsi.

Sebelum upacara pernikahan utama, Ejae dan Sam Kim menggelar Paebaek, tradisi pernikahan Korea yang menjadi bagian penting dari perayaan mereka, seperti dilansir dari Vogue. Pasangan ini sengaja memasukkan unsur tradisional tersebut untuk merayakan warisan budaya Korea mereka.

Untuk momen tersebut, Ejae mengenakan hanbok bernuansa hijau dan emas dengan rok merah tua, rancangan desainer Han Eun Hee. Perpaduan warna tersebut memberikan kesan mewah sekaligus klasik, sementara detail aksesori rambut dan penutup kepala tradisional semakin memperkuat karakter busananya. Vogue juga menampilkan detail ornamen rambut serta ceremonial headpiece yang dikenakan Ejae untuk prosesi tersebut. Vogue

Dalam salah satu rangkaian foto, Ejae dan Sam Kim juga terlihat mengenakan hanbok seremonial saat menjalani Paebaek. Momen ini terasa semakin personal karena prosesi tersebut turut dihadiri keluarga, termasuk kakek dan nenek Ejae yang telah menjalani pernikahan selama 70 tahun. Vogue

 

Gaun Pengantin Ethereal dari Danielle Frankel

Untuk upacara utama di taman, Ejae mempercayakan gaun pengantinnya kepada desainer New York, Danielle Frankel. Siluetnya menghadirkan interpretasi modern terhadap gaun pengantin klasik dengan permainan material transparan dan volume yang romantis.

Gaun tersebut dibuat dari tulle dengan strapless neckline, kemudian dilengkapi lapisan nude chiffon yang memberikan efek ringan dan nyaris melayang. Bagian roknya memiliki bubbled hem yang menciptakan volume lembut tanpa membuat keseluruhan siluet terlihat terlalu berat.

Dalam detail lain yang dibagikan Vogue, gaun custom tersebut memiliki draping asimetris pada bagian bodice memanjang yang mengalir menuju rok berpotongan fluted dengan hem berbentuk bubble. Kombinasi tersebut menciptakan siluet yang feminin, modern, sekaligus sedikit tidak konvensional—sesuai visi Ejae yang menginginkan tampilan ethereal, modern, chic, timeless with a twist. Vogue

Ejae memilih untuk tidak mengenakan terlalu banyak perhiasan agar gaun menjadi pusat perhatian. Namun, ada sentuhan sentimental yang membuat penampilannya semakin istimewa, yakni perhiasan warisan keluarga yang sebelumnya diturunkan dari nenek kepada ibunya dan kemudian kepada Ejae.

 

Beauty Look yang Natural dan Glowing

Untuk riasan, Ejae justru memilih pendekatan yang sangat natural. Dalam persiapannya menjelang hari pernikahan, ia mengungkapkan kepada Vogue bahwa fokus utamanya adalah menjaga kondisi kulit agar tetap prima meski harus menghadapi kesibukan promosi, perjalanan, dan persiapan pernikahan.

Ejae bahkan menjalani sesi pre-wedding skin preparation dan mengatakan bahwa ia ingin mempertahankan beauty look yang benar-benar natural pada hari pernikahannya.

Pendekatan tersebut terasa selaras dengan karakter gaunnya. Alih-alih makeup dramatis, tampilan Ejae menonjolkan kulit yang terlihat segar dan sehat dengan riasan yang lembut, sehingga kecantikan naturalnya tetap menjadi fokus.

 

Berganti Gaun untuk Resepsi

Setelah upacara taman selesai, Ejae berganti busana untuk melanjutkan perayaan di sebuah glasshouse. Kali ini, ia memilih custom body-skimming chiffon dress dari Zac Posen.

Berbeda dari gaun utama yang romantis dan bervolume, gaun resepsi ini mengikuti lekuk tubuh dengan lebih dekat. Material chiffon tetap mempertahankan nuansa ringan dan ethereal dari gaun sebelumnya, tetapi ditambahkan elemen sparkle untuk menghadirkan efek glamor. Ejae menyebut keinginannya untuk tampilan resepsi sebagai “wow factor, with a sparkle.” 

Pilihan tersebut juga memiliki nilai personal. Ejae dan Zac Posen telah memiliki hubungan kreatif sejak sang desainer membawanya ke CFDA Awards pertamanya pada 2025. Vogue

Untuk sesi berdansa, Ejae kemudian kembali berganti menjadi mini dress berkilau dari Milla Nova, memberikan sentuhan lebih playful pada akhir perayaan. Vogue

 

Pernikahan yang Memadukan Modernitas dan Tradisi

Pilihan busana Ejae pada akhirnya menjadi refleksi dari konsep pernikahannya secara keseluruhan. Ia dan Sam Kim awalnya berencana menikah di California pada November 2026, tetapi kemudian memindahkan sekaligus memajukan pernikahan ke Seoul. Keputusan tersebut membuat mereka dapat memasukkan lebih banyak unsur budaya Korea dalam perayaan. Vogue

Lokasi pernikahan pun bukan tempat biasa. Upacara digelar di Stage 28, area yang dulunya merupakan rumah kakek dan nenek Ejae. Ia menghabiskan masa kecilnya di tempat tersebut, bermain di taman dan berjalan bersama sang kakek di perbukitan di belakang rumah. Bahkan, kakaknya juga pernah menikah di lokasi yang sama. Vogue

Dari hanbok hijau-emas dengan rok merah tua, gaun tulle Danielle Frankel yang romantis, hingga gaun berkilau Zac Posen dan mini dress Milla Nova, gaya pengantin Ejae memperlihatkan perjalanan visual yang sama seperti kisah pernikahannya: berakar pada tradisi, tetapi tetap bebas mengekspresikan identitas personalnya.