FASH-UP LOCAL Bantu UMK Fashion Kembangkan Desain dan Identitas Brand

Sebanyak 16 UMK fashion dari 10 kota mendaftar program FASH-UP LOCAL, tapi hanya enam peserta terpilih mengikuti pelatihan desain di ESMOD Pro Jakarta.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menggelar Fashion Design Up-Skilling for Local Business (FASH-UP LOCAL) untuk membantu usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor fashion mengembangkan desain produk dan identitas merek.

Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan keterampilan pelaku usaha melalui pembelajaran yang berkaitan dengan kebutuhan industri mode. PSL bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Desain Indonesia (YPDI) menyelenggarakan pelatihan pada 5–9 Oktober 2026 di Kampus ESMOD Pro Jakarta.

Selama lima hari, peserta mengikuti 30 jam pembelajaran yang mencakup Fashion Business, Reference Board Development, Design Exploration, dan Technical Drawing dengan bimbingan pengajar profesional.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menjelaskan peran program tersebut dalam pendampingan UMK melalui inisiatif Maritimepreneur.

"Kami mendorong UMK untuk terus mengembangkan kapasitas dan kualitas produknya. FASH-UP LOCAL menjadi salah satu upaya kami untuk membekali pelaku UMK dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki karakter, dan semakin kompetitif," katanya dalam rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Senin (12/10/2026).

FASH-UP LOCAL menerima pendaftaran dari 16 UMK fashion yang berasal dari 10 kota. Setelah melalui proses kurasi, enam UMK terpilih mengikuti pelatihan. Peserta berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Jabodetabek, Semarang, Surabaya, dan Medan.

Materi pelatihan mencakup pengembangan referensi visual, eksplorasi desain, dan pembuatan gambar teknis. Peserta mempelajari tahapan penyusunan konsep agar dapat menerjemahkan ide menjadi rancangan produk yang lebih terstruktur.

Pengembangan Brand dan Desain

Pembelajaran Fashion Business juga menjadi bagian dari materi yang diberikan selama program berlangsung. Salah satu peserta, Dania Sindi Qistina, mengapresiasi kesempatan belajar yang diberikan PSL melalui program tersebut.

Ia menyoroti materi pengembangan merek dan desain sebagai pengetahuan yang dapat digunakan dalam kegiatan usahanya. "Program ini memberikan wawasan baru bagi kami, terutama dalam menguatkan identitas brand, mengembangkan ide menjadi desain yang lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan pasar," ujarnya.

"Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan produk sekaligus memperkuat identitas usaha kami," imbuh Dania.

Program FASH-UP LOCAL berada di bawah Maritimepreneur, program pemberdayaan UMK yang dijalankan PSL. Inisiatif ini turut mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita, melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan.

 

Melanjutkan Pengembangan Usaha

Dewi menyatakan perusahaan ingin mendorong peserta agar dapat melanjutkan pengembangan usaha setelah pelatihan berakhir. Ia juga menekankan pentingnya membangun kemampuan pelaku usaha agar tidak hanya bergantung pada bantuan.

"Kami ingin setiap program pemberdayaan memberikan manfaat yang dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai. Karena itu, kami mendorong agar setiap intervensi tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga membangun kemampuan UMK untuk mengembangkan usahanya secara mandiri," tandasnya.