Venesia Kembali Kutip Pajak Turis yang Tak Menginap di Musim Panas, Cek Tanggal Pemberlakuannya

Jumlah hari pemberlakuan pajak turis yang tak menginap di Venesia selama musim panas bertambah enam hari pada 2026, dibandingkan 2025. Overtourism jadi alasan.

Diterbitkan 31 Maret 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Venesia akan kembali memberlakukan pajak turis harian mulai April 2026. Tahun ini, jumlah hari pemberlakuan pajak yang dikenakan pada turis yang tak menginap diperpanjang menjadi 60 hari, enam hari lebih banyak dari 2025.

Pada 2026, turis harian akan diwajibkan membayar untuk kunjungan pada Jumat hingga Minggu di bulan April, Mei, Juni, dan Juli. Tanggal-tanggal spesifik saat sistem akan aktif adalah:

April: 3, 4, 5, 6, 10, 11, 12, 17, 18, 19, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30

Mei: 1, 2, 3, 8, 9, 10, 15, 16, 17, 22, 23, 24, 29, 30, 31

Juni: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 12, 13, 14, 19, 20, 21, 26, 27, 28

Juli: 3, 4, 5, 10, 11, 12, 17, 18, 19, 24, 25, 26

Seperti pada 2025, biaya kunjungan harian akan berlaku selama jam sibuk dari pukul 08.30 hingga 16.00. Di luar jam tersebut, akses gratis.

Sejumlah pengecualian berlaku. Mereka yang tidak perlu membayar pajak termasuk penduduk, pengunjung kelahiran Venesia, pelajar dan pekerja, serta wisatawan yang memiliki reservasi hotel atau penginapan lainnya.

Pengunjung dapat 'memesan' kunjungan harian mereka di Venesia melalui platform khusus. Mereka lalu akan mendapatkan kode QR yang akan diperiksa di pos pemeriksaan di tujuh titik akses di sekitar kota.

Pengunjung dengan reservasi hotel harus memasukkan informasi hotel mereka dan mendapatkan kode QR untuk ditunjukkan di pos pemeriksaan. Namun, mereka tidak perlu membayar karena tagihan hotel mereka sudah termasuk biaya penginapan Venesia.

 

Seperti tahun lalu, biaya yang dikenakan adalah €5 (sekitar Rp97.400), sedangkan wisatawan yang tidak melakukan reservasi hingga empat hari sebelumnya harus membayar €10 (sekitar Rp195 ribu).

Akan ada petugas resmi yang memeriksa kode QR di titik-titik penting di kota, seperti di luar stasiun kereta api Santa Lucia. Pengunjung yang belum membayar biaya atau mendaftar sebagai pengecualian berisiko didenda €50 (sekitar Rp973.700) hingga €300 (sekitar Rp5,2 juta).

Tekanan Overtourism pada Venesia

Mengutip Euronews, Selasa (31/3/2026), pajak itu bertujuan membatasi pariwisata harian yang seringkali membanjiri kota kecil di Italia itu selama bulan-bulan tersibuknya. Kehadiran turis yang hanya mampir itu dinilai hanya memberi sedikit manfaat bagi penduduk setempat.

Venesia telah lama menderita akibat tekanan pariwisata berlebihan. Para aktivis memperingatkan pada musim panas lalu ketika jumlah tempat tidur turis melebihi jumlah penduduk, yang telah menyusut menjadi kurang dari 50.000 dalam tren yang  berlangsung selama beberapa dekade.

Mereka mengatakan ketidakseimbangan tersebut menguras layanan kota, menyumbat lorong-lorong sempit, dan bus air dengan turis yang membawa koper dan mendorong penduduk untuk pindah ke daratan. Pihak berwenang mengatakan sistem biaya akses adalah kunci untuk mengurangi tekanan ini.

"Ini merupakan alat yang berguna untuk mengelola arus turis dan memastikan keseimbangan yang lebih baik antara penduduk dan pengunjung," kata anggota dewan Michele Zuin.

Jumlah Pengunjung Harian ke Venesia Hanya Sedikit Menurun

Zuin menambahkan bahwa pemberlakuan levy atau pajak turis merupakan langkah eksperimental. "Yang sedang kami evaluasi dengan cermat dan telah menarik minat internasional. Venesia adalah kota pertama di dunia yang telah menempuh jalan ini.”

Meski begitu, angka tahun lalu menunjukkan jumlah pengunjung harian hanya sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata jumlah pengunjung harian yang membayar biaya kunjungan harian hanya sedikit berkurang, yaitu 13.046 pada 2025 dibandingkan dengan 16.676 pada 2024.

Seperti diakui sendiri oleh dewan kota, hal ini juga sejalan dengan penurunan jumlah wisatawan di seluruh wilayah yang dicatat oleh Kantor Statistik Regional. Pada hari tersibuk, yakni Jumat 2 Mei 2025, 24.951 pengunjung membayar biaya kunjungan harian, angka yang mencolok setara dengan lebih dari setengah populasi penduduk.

Larangan Pakai Pengeras Suara

Mengutip dari kanal Global Liputan6.com, sebelumnya Venesia juga menerapkan aturan baru yang melarang pengeras suara (loudspeaker) dan membatasi jumlah rombongan tur hingga 25 orang. Mengutip laman BBC, Minggu, 6 Juni 2024, langkah-langkah tersebut diberlakukan untuk membatasi dampak pariwisata berlebihan atau overtourism terhadap kota itu.

Kanal-kanal di kawasan bersejarah Venesia menjadikan kota ini salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di Eropa.  Venesia memperkenalkan biaya masuk harian sebesar 5 euro atau sekitar Rp88.236 awal tahun 2024, setelah awalnya melarang kapal pesiar berlabuh pada kuartal 2021.

Overtourism secara luas dianggap sebagai salah satu masalah paling mendesak bagi Venesia, yang memiliki populasi sekitar 250.000 orang dan dikunjungi lebih dari 13 juta pengunjung pada tahun 2019.

Jumlah pengunjung telah menurun sejak saat itu, namun jumlah tersebut diperkirakan akan melebihi jumlah sebelum pandemi pada tahun-tahun mendatang. Venesia telah menyaksikan eksodus penduduk setempat lantaran kekhawatiran wisatawan bakal membanjiri kota pulau bersejarah itu.