Berbagi Cahaya hingga 2030, Ajak Warga Beralih ke Lampu LED yang Lebih Hemat Listrik

Lewat program Berbagi Cahaya, warga diajak beralih menggunakan lampu LED yang diklaim bisa menghemat biaya listrik bulanan antara 30--40 persen.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menghemat energi menjadi salah satu langkah menuju lebih ramah lingkungan. Satu hal sederhana yang bisa dipraktikkan adalah dengan beralih dari lampu pijar ke lampu LED. Itu pula yang melatari AZKO menggelar program Berbagi Cahaya sejak 2017. Lewat program tersebut, jaringan toko peralatan rumah tangga itu membagikan lampu LED kepada masyarakat, sekolah, dan komunitas yang membutuhkan.

Hingga 2025, program itu sudah dilaksanakan di 30 kota dengan menjangkau 50 fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadah, pusat kebudayaan, dan museum. Ada pula rumah-rumah warga kurang mampu yang berada di sekitar toko beroperasi yang menerima manfaat dengan total lebih dari 10 ribu lampu LED didistribusikan.

"Kelebihan dari LED kami adalah bisa memberikan cahaya penerangan yang lebih terang dengan menggunakan watt yang lebih kecil. Jadi, misalnya kalau dulu membutuhkan 40 watt, untuk vahaya penerangan yang mungkin sedikit lebih terang dari 40 watt ternyata hanya cukup mengonsumsi sembilan watt saja," kata Teresa Wibowo, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, dalam jumpa pers di Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa, 2 Desember 2025.

Seiring dengan ambisi berkelanjutan yang dicanangkan perusahaan, pihaknya melanjutkan program Berbagi Cahaya setidaknya hingga 2030. Hingga lima tahun ke depan, pihaknya menargetkan untuk bisa menjangkau 80 kota di seluruh Indonesia dengan 30 ribu rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik mendapat manfaat dari program tersebut.

"Targetnya kira-kira 150 ribu lampu LED yang akan kita salurkan," ujarnya.

Dampak Lingkungan dari Penggunaan Lampu LED

Teresa menjelaskan bahwa peralihan dari lampu pijar ke lampu LED berdampak positif terhadap lingkungan, khususnya terkait penggunaan energi. Ia mengklaim dengan lampu hemat energi, pengguna bisa menghemat sekitar 30--40 persen biaya listrik bulanan mereka.

"Untuk teman-teman kita yang tidak mampu dan mereka menerima ini (lampu LED), mereka bisa menggunakan uang yang dihemat dari lampu hemat listrik, untuk menambah kebutuhan yang lainnya," ujarnya.

Program Berbagi Cahaya juga selaras dengan program pemerintah yang menargetkan dua target sustainability development goals (SDG), khususnya SDG 7 terkait akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua; serta SDG 13 tentang perlawanan terhadap perubahan iklim dan dampaknya.

"Kita sudah menghitung, kita bisa mengurangi konsumsi listrik 73--74 juta kwh dan emisi yang terhindarkan sebesar 64 ribu ton CO2," imbuhnya.

Dampak Sosial dari Penggunaan Lampu LED

Di sisi lain, penggunaan lampu LED juga diklaim meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satunya merawat kemampuan indra penglihatan. Teresa menjelaskan dengan sistem eye comforting yang dimiliki lampu LED, mata tidak teriritas dan cahaya juga tidak menyilaukan mata.

"Jadi, anak-anak masih belajar dari siang hingga malam hari karena sebelumnya anaknya tidak mau belajar kalau malam karena lampunya redup, atau bahkan yang lebih penting lagi, banyak sekali warga yang masih bekerja hingga malam," kata Teresa.

Dalam proses pendistribusian lampu LED, pihaknya memanfaatkan toko-toko yang ada untuk memetakan kondisi lingkungan sekitar mereka beroperasi. Mereka juga bekerja sama dengan pemerintah desa atau kelurahan untuk memetakan warga yang masih membutuhkan bantuan. 

"Bantuan akan diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan... Jadi, diharapkan itu akan memberikan dampak yang paling besar," sambungnya.

Program Bisa Baik

Untuk mendorong lebih banyak keluarga Indonesia untuk memulai langkah hemat energi, AZKO juga menghadirkan promo diskon 10 persen untuk pembelian seluruh produk lampu pada 2--7 Desember 2025 di seluruh toko AZKO di Indonesia. Lampu LED hemat energi AZKO powered by KRISBOW telah berlabel hemat energi sesuai peraturan Kementerian ESDM, memiliki masa pakai hingga 15.000 jam,, garansi ganti baru selama masa garansi berlaku, dan tetap rendah konsumsi listrik dengan output cahaya maksimal.

"Dengan memilih lampu pencahayaan yang lebih efisien, kita tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga ikut menjaga bumi untuk generasi berikutnya. Cahaya kecil dapat membawa perubahan besar. Mari mulai gaya hidup hemat energi dari rumah kita, dan bersama wujudkan hidup yang lebih baik dan bertanggung jawab," ucap Teresa.