Jeddah Tower Menantang Dominasi Burj Khalifa Sebagai Gedung Tertinggi di Dunia

Jeddah Tower di Jeddah direncanakan akan memiliki ketinggian lebih dari 3.280 kaki atau lebih dari 173 meter lebih tinggi dari Burj Khalifa di Dubai.

Diterbitkan 27 Oktober 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Posisi Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia akan diuji. Dari kawasan Jeddah, Arab Saudi, sebuah konstruksi bernama Jeddah Tower yang rencananya akan berketinggian lebih dari 3.280 kaki atau hampir 1.000 meter sedang dibangun. Artinya, bangunan itu akan sekitar 564 kaki lebih tinggi dari Burj Khalifa di Dubai.

Terletak di tepi Laut Merah, gedung itu akan menampung ruang hunian, komersial, dan perkantoran, termasuk hotel mewah dan dek observasi tertinggi dunia. Menara itu akan berlokasi di pusat pembangunan kembali Kota Ekonomi Jeddah senilai USD 20 miliar (sekitar Rp 332 triliun), yang sebelumnya dikenal sebagai Kingdom City.

Proyek itu dirancang arsitek Adrian Smith dan Gordon Gill dari AS+GG Architecture di Chicago. Robert Forest, mitra di firma tersebut, mengatakan kepada Newsweek bahwa tim menargetkan penyelesaian menara pada Agustus 2028. Firma tersebut mengatakan kepada Newsweek bahwa "jumlah lantai dan ketinggian pasti akan diumumkan setelah selesai," tetapi "akan memiliki lebih dari 130 lantai."

Dikutip dari People, Sabtu, 25 Oktober 2025, Forest mengatakan, "Aktivitas konstruksi telah meningkat, dan suasana di lokasi sangat kondusif. Seluruh tim berkomitmen dan fokus untuk mewujudkan struktur ikonis ini bagi Kerajaan Arab Saudi."

 

Pembangunan Jeddah Tower Sempat Terhenti 6 Tahun

Menurut Architectural Digest, konstruksi menara dimulai pada 2013 tetapi terhenti pada 2018 setelah para pemimpinnya ditangkap dalam pembersihan Arab Saudi tahun dalam periode 2017--2019. Pandemi COVID-19 menyebabkan penundaan lebih lanjut, tetapi Dezeen melaporkan pekerjaan dilanjutkan kembali pada September 2023.

Arsitek Smith dan Gill menjelaskan kepada AD bahwa bentuknya terinspirasi oleh daun palem, yang ditemukan di seluruh Arab Saudi. Para desainer juga ingin memberi penghormatan kepada teknologi yang memungkinkan kemajuan seperti ini.

"Geometri menara, yang dimulai dari dasar sebagai bentuk tripod tunggal, kemudian secara bertahap terpisah di puncak menara, terkait dengan karakteristik kinerja angin menara — sebuah analogi pertumbuhan baru yang dipadukan dengan teknologi," kata mereka.

Sementara mengutip laman resmi smithgill.com, bentuk menara yang ramping merujuk pada lipatan daun palem muda yang sedang tumbuh. Cara daun-daunnya tumbuh ke atas dari tanah sebagai satu bentuk tunggal, lalu mulai terpisah satu sama lain di puncaknya, merupakan analogi pertumbuhan baru yang menyatu dengan teknologi.

Penerapan Konservasi Energi di Jeddah Tower

Desian itu juga merepresentasikan evolusi dan penyempurnaan dari kontinum arsitektur desain gedung pencakar langit. Jejak tiga kelopak ideal untuk unit hunian, dan sayap yang meruncing menghasilkan bentuk aerodinamis yang membantu mengurangi beban struktural akibat pelepasan pusaran angin. 

Sang desainer juga mengklaim bahwa struktur mengadopsi prinsip konservasi energi. Proyek itu akan menampilkan sistem dinding eksterior berkinerja tinggi yang akan meminimalkan konsumsi energi dengan mengurangi beban termal. Selain itu, masing-masing dari ketiga sisi Jeddah Tower memiliki serangkaian takik yang menciptakan bayangan yang melindungi area bangunan dari sinar matahari dan menyediakan teras luar ruangan berpemandangan Jeddah dan Laut Merah.

Karena ketinggiannya, bangunan itu membutuhkan salah satu sistem lift tercanggih di dunia. Kompleks Jeddah Tower akan memiliki 59 lift, termasuk 54 lift satu lantai dan lima lift dua lantai, beserta 12 eskalator. Lift yang menuju dan dari observatorium akan bergerak dengan kecepatan 10 meter per detik di kedua arah.

Dek Observasi di Burj Khalifa

Sembari menunggu Jeddah Tower selesai dengan beragam fitur yang diklaim canggih, Burj Khalifa akan tetap jadi magnet wisata di Dubai. Salah satunya karena memiliki dek observasi yang berada di lantai 125. 

Pengunjung harus antre untuk memasuki lift. Di dalam lift, nuansanya dibuat seolah Anda bagian dari geng Han Solo, berada di dalam pesawat luar angkasa yang siap lepas landas.

Waktu perjalanan dari lantai dasar menuju ke ketinggian itu ternyata hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit. Pemandangan di luar dinding kaca tentu bukan lanskap yang bisa didapati setiap hari, apalagi setelah hujan.

Dari sini, pelancong bisa melihat 360 derajat pemandangan kota Dubai, dari panorama hutan beton, sampai kawasan pesisir. Tidak ketinggalan, ada beberapa spot foto juga, selain Anda sebenarnya bisa berfoto di mana pun asal jangan menghalangi pengunjung lain.