Resep Telur Bumbu Bali, Sajian Sederhana dengan Cita Rasa Nusantara

Telur Bumbu Bali, hidangan telur khas Bali, memikat selera dengan perpaduan cita rasa pedas, manis, dan kaya rempah. Sajian populer ini cocok disantap dengan nasi putih hangat.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam khazanah kuliner Indonesia, telur seringkali menjadi bahan pilihan utama karena mudah didapat, murah, serta fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu. Salah satu sajian populer yang kerap hadir di meja makan keluarga adalah telur bumbu bali, masakan sederhana dengan balutan bumbu kaya rempah. Rasanya gurih, pedas, sekaligus sedikit manis, menjadikannya teman terbaik bagi nasi putih hangat.

Popularitas telur bumbu bali juga tidak lepas dari kepraktisannya. Telur yang sudah direbus dapat langsung dipadukan dengan tumisan bumbu khas Bali yang sarat dengan cabai, bawang, kemiri, dan sentuhan kecap manis. Hidangan ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan sensasi rasa otentik dari bumbu nusantara yang menggugah selera.

Lebih jauh, telur bumbu bali juga menjadi contoh nyata bagaimana rempah Indonesia mampu menyatu dengan bahan sederhana, menghasilkan masakan dengan cita rasa yang kaya. Menu ini cocok disajikan sehari-hari maupun dalam jamuan sederhana, karena cita rasanya selalu berhasil memikat siapa pun yang mencicipinya.

Berikut telur bumbu bali dari Liputan6.com, Kamis (27/8/2025).

Resep Telur Bumbu Bali

Resep berikut dikutip dari buku "Menu Ekonomis Lezat, Hemat, & Sehat Olahan Telur" (2021) karya Lilly T. Erwin, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.

Bahan:

  • 5 butir telur ayam, rebus, kupas, dan goreng
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 5 sdm air
  • 1 lembar daun jeruk
  • 2 sdm kecap manis

Bumbu Halus:

  • 2 sdm bawang putih iris
  • 3 sdm cabai rawit rebus, iris
  • 4 butir kemiri goreng
  • 1 sdt jahe iris
  • 1 sdm garam
  • 1 sdt gula merah
  • 1 buah tomat, iris halus

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak di wajan, tumis bumbu halus, tomat, dan daun jeruk hingga harum.
  2. Masukkan telur yang sudah digoreng, aduk rata. Tambahkan kecap manis dan air, lalu masak hingga bumbu meresap.
  3. Angkat dan hidangkan bersama nasi putih hangat.

Bumbu Bali sebagai Turunan Bumbu Dasar Merah

Dalam tradisi kuliner Indonesia, dikenal beragam bumbu dasar (bumbus) yang menjadi fondasi cita rasa masakan. Salah satunya adalah bumbu dasar merah yang identik dengan penggunaan cabai merah, bawang, dan rempah pelengkap. Menurut Petty Elliott dalam bukunya The Indonesian Table, bumbu merah biasanya terdiri atas cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, dan tomat.

Bumbu bali termasuk salah satu turunan dari bumbu dasar merah ini. Perbedaannya terletak pada penambahan daun jeruk, gula merah, serta kecap manis yang membuat cita rasanya lebih kompleks—ada pedas, gurih, asam segar, sekaligus manis. Keunikan inilah yang membuat bumbu bali tidak hanya populer di Pulau Bali, tetapi juga diterima luas sebagai menu rumahan di berbagai daerah Indonesia.

Selain itu, teknik memasak bumbu bali biasanya melibatkan proses menumis hingga harum dan matang sempurna agar menghasilkan aroma yang lebih pekat. Bumbu kemudian melapisi protein utama seperti telur, ayam, daging, ikan, hingga tahu-tempe.

Variasi Protein pada Menu Bumbu Bali

Meski telur menjadi pilihan populer karena praktis, sejatinya bumbu bali bisa dipadukan dengan berbagai jenis protein. Beberapa variasi yang sering ditemui antara lain:

  1. Ayam Bumbu Bali: Potongan ayam digoreng atau direbus terlebih dahulu, lalu dimasak dengan bumbu bali. Rasanya gurih pedas, cocok untuk lauk utama.
  2. Daging Sapi Bumbu Bali: Daging sapi direbus hingga empuk lalu dimasak bersama bumbu. Hasilnya adalah sajian kaya rasa dengan tekstur yang lembut.
  3. Ikan Bumbu Bali: Biasanya menggunakan ikan laut seperti tongkol atau cakalang. Ikan digoreng lalu disiram bumbu bali pedas-manis yang segar.
  4. Tahu dan Tempe Bumbu Bali: Pilihan hemat sekaligus sehat, karena tahu dan tempe mudah menyerap bumbu. Variasi ini populer untuk hidangan vegetarian.

Dengan begitu, bumbu bali tidak hanya sekadar resep, melainkan warisan rasa yang fleksibel, mampu beradaptasi dengan berbagai bahan utama, tanpa kehilangan karakteristik cita rasanya.

FAQ Seputar Bumbu Bali

1. Apa bedanya bumbu bali dengan bumbu balado?

Balado biasanya berasal dari Minangkabau dengan dominasi cabai merah dan rasa pedas menyengat, sedangkan bumbu bali menambahkan kecap manis, gula merah, serta daun jeruk yang memberi rasa manis-gurih sekaligus aroma segar.

2. Apakah bumbu bali selalu pedas?

Tidak selalu. Tingkat kepedasan dapat disesuaikan dengan jumlah cabai. Untuk versi ramah anak, cabai bisa dikurangi atau diganti dengan cabai merah besar tanpa biji.

3. Bisa kah bumbu bali disimpan?

Ya. Bumbu bali yang sudah ditumis bisa disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es selama 3–4 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, bisa dibekukan.

4. Apakah bumbu bali hanya cocok untuk lauk utama?

Tidak. Bumbu bali juga bisa digunakan sebagai saus siram, bahkan untuk camilan gorengan seperti tahu isi atau bakwan agar rasanya lebih nikmat.

5. Mengapa telur digoreng dulu sebelum dimasak dengan bumbu bali?

Menggoreng telur setelah direbus membuat permukaannya lebih kokoh dan bertekstur, sehingga bumbu lebih mudah menempel.

Sumber Rujukan

  • Lilly T. Erwin. (2021). Menu Ekonomis Lezat, Hemat, & Sehat Olahan Telur. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Petty Elliott. (2023). The Indonesian Table. Phaidon Press.
  • souschef.co.uk – Indonesian Pastes (Bumbus) oleh Nicola Lando.

Â