Resep Bumbu Dadar Jagung, Ini Bedanya dengan Perkedel dan Bakwan

Ketahui rahasia di balik kelezatan dadar jagung dengan bumbu dadar jagung pilihan. Temukan variasi bumbu halus dan bahan adonan untuk cita rasa yang gurih dan renyah.

Diterbitkan 08 Agustus 2025, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dadar jagung merupakan salah satu olahan berbahan dasar jagung manis yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Gurihnya bumbu yang berpadu dengan manis alami jagung menjadikan hidangan ini cocok disantap sebagai lauk pendamping nasi maupun camilan. Di berbagai daerah, dadar jagung memiliki sebutan dan ciri khas masing-masing, sehingga cita rasanya pun bisa sedikit berbeda tergantung daerah asalnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “dadar” berarti masakan yang dibuat dari telur atau adonan tepung yang digoreng tipis melebar. Pada dadar jagung, telur dan tepung berpadu dengan butiran jagung, menciptakan tekstur unik yang lembut di dalam namun renyah di luar. Di Jawa Timur, dadar jagung sering kali dibentuk pipih lebar.

Selain rasanya yang lezat, membuat dadar jagung relatif mudah. Bumbu-bumbunya sederhana, dan bahan utamanya, jagung, mudah ditemukan di pasar maupun swalayan. Menariknya, ada tips khusus agar dadar jagung tetap renyah meski sudah dingin, yaitu dengan mengombinasikan tepung terigu dan tepung beras dalam adonannya. Berikut ulasan lengkap Liputan6.com tentang bumbu dadar jagung, Jumata (8/8/2025).

Resep Bumbu Dadar Jagung Jawa Timur

Dikutip dari buku "Dapur Bekal Quick & Easy" (2019) karya Clarissa Noviany terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, berikut resep dadar jagung khas Jawa Timur yang lezat dan mudah dibuat di rumah.

Bahan:

  • 2 buah jagung manis pipil
  • 50 gram tepung terigu protein sedang
  • 50 gram tepung beras
  • 1 butir telur
  • 5 buah cabai rawit, cincang
  • 3 butir bawang merah, haluskan
  • 1 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • Daun bawang secukupnya, iris kecil-kecil
  • Garam dan merica bubuk secukupnya
  • Air secukupnya (gunakan hanya sampai adonan mengental, tidak terlalu cair)

Cara Membuat:

  1. Haluskan separuh jagung pipil dengan blender atau ulekan, biarkan separuh lainnya utuh.
  2. Campurkan jagung dengan semua bahan lain, aduk rata. Cicipi untuk memastikan rasa sudah pas.
  3. Panaskan minyak, goreng adonan hingga kedua sisinya berwarna kecokelatan.
  4. Angkat, tiriskan, dan sajikan hangat.

Tips: Kombinasi tepung beras dan tepung terigu membantu mempertahankan kerenyahan dadar jagung meski sudah dingin.

Perbedaan Dadar Jagung, Bakwan Jagung, dan Perkedel Jagung

Meski sama-sama berbahan dasar jagung manis, ketiga jenis gorengan ini memiliki perbedaan dari segi bentuk, bumbu, dan tekstur.

1. Dadar Jagung

Biasanya berbentuk pipih dan agak lebar, dengan tekstur padat namun tidak terlalu tebal. Bumbunya cenderung sederhana dengan ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Di Jawa Timur, dadar jagung kadang disajikan sebagai lauk utama pendamping nasi.

2. Bakwan Jagung

Bentuknya cenderung kecil atau sedang, sering kali lebih tebal daripada dadar jagung. Mengacu pada buku "Aneka Resep Camilan Sederhana" (Tim Kreatif Media, Penerbit Andi), bakwan jagung mengandalkan perpaduan tepung beras dan tepung terigu, dengan bumbu halus seperti ketumbar, bawang merah, dan bawang putih. Kerenyahannya dihasilkan dari proporsi tepung yang tepat dan teknik menggoreng.

3. Perkedel Jagung

Perkedel jagung, seperti yang tercantum dalam buku "70 Resep Masakan Minang ala Cheche Kitchen" (2020) karya Mince Sriwati, umumnya memiliki tekstur lebih padat karena menggunakan lebih banyak tepung dan rempah seperti pala dan jahe. Bahan tambahan seperti seledri dan cabai merah memberi aroma serta cita rasa khas. Di rumah makan Padang, perkedel jagung menjadi salah satu lauk pelengkap selain rendang atau ayam pop.

Kesimpulannya, perbedaan utama terletak pada bentuk, tekstur, dan komposisi bumbu. Dadar jagung biasanya lebih tipis dan sederhana bumbunya, bakwan jagung renyah dan gurih, sedangkan perkedel jagung padat serta kaya rempah.

Kandungan Nutrisi Dadar Jagung

Mengacu pada data fatsecret.co.id, 1 buah perkedel jagung (yang mirip komposisinya dengan dadar jagung) memiliki sekitar:

  • Energi: 91 kkal
  • Lemak: 5,4 g
  • Karbohidrat: 9,45 g
  • Protein: 1,87 g
  • Serat: 1 g
  • Natrium: 117 mg
  • Kalium: 71 mg

Dari segi gizi, jagung menjadi sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk energi. Kandungan seratnya membantu pencernaan, sementara protein dari telur dan sedikit lemak dari minyak goreng memberikan keseimbangan makronutrien.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, jagung juga mengandung antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata. Namun, karena dadar jagung digoreng, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan untuk menjaga asupan lemak jenuh tetap seimbang.

FAQ seputar Dadar Jagung

1. Apakah dadar jagung harus menggunakan telur?

Tidak selalu, tetapi telur membantu merekatkan adonan dan memberi rasa gurih. Jika ingin versi vegan, telur bisa diganti dengan larutan tepung tapioka yang kental.

2. Kenapa dadar jagung saya kurang renyah?

Kemungkinan karena adonan terlalu banyak air atau hanya menggunakan tepung terigu. Campuran tepung beras akan membuat teksturnya lebih renyah.

3. Bisakah dadar jagung dibuat tanpa cabai?

Bisa. Cabai hanya memberi rasa pedas, dan bisa dihilangkan jika ingin rasa lebih netral.

4. Bagaimana cara menyimpan dadar jagung agar awet?

Simpan dalam wadah kedap udara di suhu ruang selama 1 hari, atau masukkan ke kulkas untuk disimpan hingga 2–3 hari. Hangatkan kembali di oven atau wajan sebelum disajikan.

5. Apakah dadar jagung cocok untuk diet?

Bisa, jika dimasak dengan sedikit minyak atau dipanggang. Pastikan porsinya sesuai kebutuhan kalori harian.

 

 

Sumber Rujukan:

  • Clarissa Noviany. Dapur Bekal Quick & Easy. PT Gramedia Pustaka Utama, 2019.
  • Mince Sriwati. 70 Resep Masakan Minang ala Cheche Kitchen. PT Gramedia Pustaka Utama, 2020.
  • Tim Kreatif Media. Aneka Resep Camilan Sederhana. Penerbit Andi.
  • fatsecret.co.id – Informasi Gizi Perkedel Jagung.
  • Harvard T.H. Chan School of Public Health – Corn and Health Benefits.