Sukses

Kisah Cinta 2 Narapidana India Beda Penjara, Bertukar Perasaan Lewat 400 Surat

Kedua narapidana India yang jatuh cinta lewat surat itu sama-sama dihukum seumur hidup.

Liputan6.com, Jakarta - Dua narapidana dari India saling jatuh cinta dan memutuskan menikah setelah saling kirim 400 surat. Dikutip dari Al Jazeera pada Selasa, 21 Februari 2023, pria bernama U. A. Anburaj (43) menikah dengan narapidana dari penjara tetangga bernama Revathi (32). Kisah cinta ini sangat tidak biasa karena melibatkan dua narapidana yang sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup. 

Lebih dari satu dekade yang lalu, pasangan itu saling berkirim surat cinta yang berjumlah sekitar 400 surat dalam beberapa tahun. Mereka tidak menyangka akhirnya bisa menikah karena surat-menyurat dilakukan antara dua penjara yang memiliki penjagaan kuat di daerah dekat Karnataka.

"Kami benar-benar jatuh cinta karena surat," kata Revathi pada Al Jazeera, sambil tersenyum. "Saya ingat bagaimana teman sekamar saya senang menggoda saya setiap kali ada surat masuk."

Mereka bertemu pada acara pentas drama yang ditampilkan untuk para narapidana di penjara yang ditempati Anburaj. Biasanya, seluruh pemain pentas drama hanya laki-laki, bahkan laki-laki juga memerankan tokoh perempuan. Namun ketika mementaskan drama berjudul Madhavi, sebuah kritik terhadap patriarki, Anburaj merasa hanya perempuan yang bisa memerankannya.

Pada 2008, Anburaj menulis kepada petugas penjara, meminta agar narapidana wanita diizinkan tampil di teater penjara. Petisinya diterima, dan di situlah Anburaj bertemu Revathi, yang merupakan satu dari 12 narapidana wanita yang bergabung.

Pada 2011, tiga tahun setelah mereka bertemu, mereka menikah. Keduanya bersua dalam masa pembebasan bersyarat, yaitu pembebasan sementara yang diberikan kepada narapidana yang dinilai berperilaku baik. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Alasan Dipenjara

Di usia 20 tahun, Anburaj dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membantu bandit hutan dan terlibat penculikan. Anburaj pernah menjadi kaki tangan Veerapan, seorang bandit hutan, pemburu yang terkenal sekaligus penyelundup kayu cendana, saat berusia 17 tahun. 

Pada 1972, India memberlakukan Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar untuk melindungi hutan. Karena itu, banyak penduduk di desa Anburaj yang menggantukan hutan sebagai sumber penghidupan, dihabisi. Banyak penduduk desa dan penghuni hutan di Tamil Nadu dan Karnataka mendukung Veerappan karena ia melindungi penduduk desa dari pemerintah.

"Saya akan memukuli siapa pun yang dia minta," kenang Anburaj saat masih menjadi anak buah Veerappan. Ia terlibat aksi penculikan petugas hutan dan dua fotografer untuk meminta tebusan.

Di lain sisi, istri Anburaj, Revathi, dipenjara pada usia 16 tahun karena membunuh seorang muncikari, bentuk perlawanan karena Revathi hampir dijual ke jaringan prostitusi di Mumbai. Hidup sebatang kara, Revathi yang berusia 14 tahun menjadi pembantu rumah tangga dan memilih tinggal bersama keluarga majikannya.

Ketika keluarga itu pindah ke Bengaluru, Revathi dibawa kemudian dikirim untuk bekerja ke seorang wanita tua di sebuah apartemen mewah di kota. Wanita tua itu ternyata seorang muncikari. "Saya terkejut ketika suatu hari wanita itu dengan acuh tak acuh menyatakan bahwa saya dijual ke jaringan prostitusi di Mumbai. Perut saya mual, saya tahu tidak ada yang dapat menyelamatkan saya," ujar Revathi.

Pada saat itu, Revathi berteriak minta tolong dan wanita tua itu langsung menikam perut dan lengannya. Revathi berhasil mengambil pisau darinya dan menusuk punggung si wanita tua, yang dalam sekejap meninggal dunia.

3 dari 4 halaman

Jatuh Cinta

Penjara tempat Anburaj berada kerap menggelar pertunjukan teater dan kesenian lainnya, seperti melukis dan membuat patung. Selama enam bulan melakoni drama, Anburaj terbuai dalam dunia teater. Ia seperti dalam merasakan setiap naskah dan tokoh yang ada di dalamnya.

Di penjara pria, tokoh wanita biasanya diperankan oleh narapidana pria. Namun ketika tim teaternya harus mementaskan drama berjudul Madhavi yang menceritakan tentang masyarakat patriarki, Anburaj merasa bahwa hanya perempuan yang pantas memerankan. 

Saat itulah dia bertemu Revathi. Ketika Revathi pertama kali tiba dengan narapidana wanita lainnya, Anburaj hampir tidak pernah memperhatikan wanita muda yang pendiam itu. Ternyata, Anburaj dan Revathi berbahasa ibu yang sama, yaitu Tamil. 

Persahabatan berkembang di antara keduanya. "Kami hanya berbicara beberapa kata secara pribadi tetapi dia menulis kepada saya secara ekstensif. Kata-katanya selalu baik dan menenangkan," ungkap Revathi dengan tersenyum.

Ravathi mengungkapkan bahwa ia belajar menulis dari Anburaj, karena perempuan itu hanya bersekolah sampai kelas empat. "Saya hanya belajar sampai kelas empat jadi saya hampir tidak bisa menulis. Dia, di sisi lain, dapat menulis dengan sangat indah," cerita Ravathi. 

4 dari 4 halaman

Keluarga yang Indah

Ketika petugas penjara mempertimbangkan untuk membebaskan Revathi karena berperilaku baik, Ravathi sempat khawatir ke mana dia akan pergi. Tetapi, Anburaj meyakinkannya bahwa Ravathi bisa pergi ke keluarganya. Ibu dan saudara-saudaranya akan memperlakukannya seperti anak mereka sendiri. Saat itulah Revathi tahu bahwa Anburaj adalah masa depannya. 

Pada 2011, tiga tahun setelah mereka bertemu, mereka menikah pada masa pembebasan bersyarat. Empat tahun kemudian, Revathi melahirkan anak pertama mereka saat di penjara, seorang bayi perempuan kecil yang prematur.

Enam bulan setelah melahirkan, dan setelah 14 tahun di penjara, Revathi dibebaskan karena berperilaku baik. Anburaj dibebaskan setahun kemudian, setelah menghabiskan 20 tahun di penjara. Pasangan itu pindah untuk tinggal bersama orangtua Anburaj di Kazhuthapali.

Dengan bantuan beberapa teman, Anburaj mendirikan unit pengolahan minyak dan kemudian mengembangkannya menjadi toko organik yang menjual sayuran, bahan makanan, madu, minyak, dan kerajinan tangan. Anburaj tetap rutin kembali ke penjara tempat dia dipenjara untuk mengatur drama untuk narapidana.

Revathi memiliki rencana untuk mendirikan unit teater terpisah di penjara wanita, dan keduanya juga mencoba membuat program serupa di negara bagian lain. Anburaj juga telah membantu mendirikan masyarakat koperasi suku pedalaman yang bekerja untuk memasarkan sumber daya hutan yang berkelanjutan dan sedang dalam proses membuat kurikulum sekolah berdasarkan pengetahuan ekologi setempat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.