Sukses

KFC Thailand Dikritik karena Promosikan Dupa Ayam Goreng Jelang Tahun Baru Imlek

Setiap dupa yang dirilis jelang Tahun Baru Imlek ini menggabungkan aroma dari 11 bumbu dan rempah-rempah, meniru aroma ayam goreng KFC.

Liputan6.com, Jakarta - KFC Thailand mengumumkan bahwa mereka telah membuat dupa ayam goreng untuk Tahun Baru Imlek. Benda ini seharusnya berbau, terlihat, dan terasa seperti ayam goreng.

Menurut Marketing Ups, dikutip dari Motehrship, Sabtu, 14 Januari 2023, setiap dupa menggabungkan aroma dari 11 bumbu dan rempah-rempah, meniru aroma ayam goreng KFC. Dupa yang hadir dalam kotak modern ini juga memiliki lapisan luar yang dirancang agar terlihat dan terasa seperti ayam goreng.

KFC Thailand sebelumnya membagikan video promosi dupa ayam goreng di halaman Instagram-nya. Namun, video tersebut mendapat banyak kritik dari warganet. Banyak di antara mereka yang merasa produk tersebut tidak pantas dan tidak sensitif.

"Dupa KFC. Itu jadi cara tidak biasa untuk mendapatkan perhatian leluhur Anda selama Tahun Baru Imlek. Dengan bangga dipersembahkan oleh kapitalisme tahap akhir," tulis salah satu pengguna, sementara yang lain berkomentar, "Ini adalah iklan KFC Thailand untuk Tahun Baru Imlek. Begitu banyak hal yang salah tentang ini."

Ho Ching, istri Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, juga mengunggah tentang dupa KFC ke halaman Facebook-nya, menulis keterangan, "Wah..."

Pada Sabtu pagi, 14 Januari 2023, KFC Thailand menghapus video Instagram dan penyebutan dupa ayam goreng di halaman media sosialnya. Menjelang perayaan Imlek 2023, ini bukan kali pertama "dekorasi" perayaan itu menarik perhatian warganet.

Sebelumnya, alih-alih menggemaskan seperti biasanya, dekorasi dekorasi kelinci Tahun Baru Imlek di Kalimantan Barat, Indonesia dicibir seperti makhluk yang ditarik keluar dari film zombie. Bukan mata bulat lucu khas kartun disertai senyum menggemaskan layaknya sebagian besar dekorasi kelinci Imlek, patung kelinci ini memiliki mata merah.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Apa yang Salah?

Ditambah, sepasang mata itu dianggap "menatap kosong ke dalam jiwa Anda," dengan gigi cokelat kotor. Menurut ViralCham, dilansir dari Says, 12 Januari 2023, banyak warganet berkomentar bahwa kelinci terlihat seperti zombie dari film populer Korea Selatan, Train to Busan.

Beberapa bahkan bercanda bahwa kelinci mungkin membutuhkan obat tetes mata untuk mata merahnya. Bertentangan dengan warganet yang terganggu, beberapa orang mengklaim bahwa tidak ada yang salah dengan desain tersebut karena mata kelinci biasanya memang sedikit merah.

Terungkap patung kelinci tersebut dipasang di ruang terbuka di depan kedai kopi yang terletak di Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Kalimatan Barat. Ini bukan kali pertama dekorasi kelinci dalam menyambut Imlek 2023 jadi sorotan.

Sebelumnya, dekorasi serupa di Chinatown, Singapura, jadi bahan tertawaan dan "merusak pemandangan" banyak orang. Menurut 8world, tidak sedikit warganet mengatakan bahwa maskot kelinci tersebut diletakkan dalam posisi yang "canggung," sehingga terlihat seperti sedang "buang air besar."

Seorang warga bahkan mengatakan pada outlet berita bahwa kelinci itu tampak seperti "berjongkok di toilet." Namun, ada beberapa yang membela maskot tersebut.

3 dari 4 halaman

Tuai Pro Kontra

Beberapa orang Singapura mengatakan bahwa desain itu adalah "masalah pendapat" tentang apakah itu baik atau sebaliknya. Sementara, ada yang mengatakan bahwa desain maskot Imlek tersebut telah sesuai anatomi kelinci asli.

"Tidak mungkin (kelinci) berdiri tegak. Hanya ketika (ia) membungkuk ia terlihat seperti kelinci. Jika berdiri tegak, beberapa orang juga akan mengkritiknya," sebut salah satu pengguna.

Dengan opini publik yang sepertinya sampai ke telinga pembuat dekorasi, maskot kelinci kemudian "ditutupi." Hanya wortel, batangan emas, dan koin ditempatkan di atas panggung dengan maskot yang terlihat, dengan sebagian menutupi bagian belakang kelinci dari mata publik.

Pada Imlek 2023, Anda dapat mengharapkan perubahan tiba-tiba saat mengucapkan selamat tinggal pada macan yang mengaum dan menyapa kelinci yang lebih lembut ketika pergantian Tahun Baru China pada 21 Januari 2023. Baik secara anatomi maupun perilaku, harimau dan kelinci sangat berbeda, dikutip dari Japan Today.

Kelinci secara historis dikenal sebagai yang paling lembut dari 12 hewan dalam zodiak China, skema klasifikasi tradisional berdasarkan kalender lunar yang menetapkan hewan dan atributnya setiap tahun. Pada 2022, kehidupan ditandai dengan kekuatan, vitalitas, dan pertumbuhan, serta ditopang dinamisme harimau, menurut zodiak Tiongkok.

4 dari 4 halaman

Manifestasi Tahun Kelinci Air

Karena tahun lalu ditetapkan sebagai Yang, prinsip aktif alam semesta dalam filosofi China kuno, orang mungkin merasakan antusiasme, kepositifan, dan produktivitas bersama kegelisahan dan ketidakfleksibelan. Namun, Tahun Kelinci Air yang akan datang mewujudkan Yin, prinsip pasif alam semesta.

Ini bermanifestasi dalam relaksasi, fluiditas, ketenangan, dan kontemplasi. Jika 2022 terasa cepat, berat, atau sibuk, tahun 2023 akan menawarkan kesempatan untuk perenungan, istirahat, serta pemeliharaan tubuh dan jiwa dalam upaya memberikan keseimbangan di bawah konsep dasar Yin dan  Yang.

Tapi, Tahun Kelinci menawarkan lebih dari sekadar waktu henti dari dampak harimau yang "galak, kuat, dan perkasa," kata Jupiter Lai, astrolog China dan Barat yang tinggal di Hong Kong.

Ia berkata, "Kelinci itu lembut, pendiam, jinak, dan baik hati, namun ia bergerak dengan cepat dan sangat pintar." Ini menyiratkan bahwa kelinci tidak hanya memiliki banyak ide, tapi juga pandai beradaptasi dengan lingkungan dan dapat bergerak sangat cepat, memungkinkannya melindungi diri saat bahaya atau ketika situasi tidak menguntungkan.

Akibatnya, energi keseluruhan pada 2023 cenderung lembut dan tenang, dengan orang-orang mencari "kehidupan yang lebih seimbang," tambahnya. Mungkin juga ada lebih banyak pergerakan dan perjalanan, "seperti kelinci yang gesit."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.