Sukses

Ajudan Raja Charles III Dipaksa Mundur dari Badan Amal karena Telibat Skandal Uang

Liputan6.com, Jakarta - Adalah Michael Fawcett, ajudan Raja Charles III yang dipaksa mundur dari badan amalnya karena diduga tersandung skandal uang. Atas pengunduran tersebut, ia ditawari bayaran 60 ribu pound sterling (sekitar Rp1,1 miliar).

Melansir The Sun, Selasa (22/11/2022), pria berusia 60 tahun tersebut menerima 190 ribu pound sterling (sekitar Rp3,5 miliar), termasuk gaji tiga digit, dari The Prince's Foundation dalam lima bulan terakhir sebagai kepala eksekutif. Pihaknya mengklaim, Fawcett disuap senilai 59.582 pound sterling, termasuk 21.923 pound sterling dari gaji liburan, ditambah 877 pound sterling kontribusi pensiun.

Dikatakan bahwa Michael Fawcett membantu mengamankan CBE, peringkat ketiga tertinggi dari lima urutan di Kerajaan Inggris, untuk seorang pengusaha Arab Saudi yang telah menyumbangkan 1,5 juta pound sterling (sekitar Rp27,8 miliar) untuk tujuan kerajaan.

Polisi menyerahkan berkas bukti ke Crown Prosecution Service, yang diperkirakan akan memutuskan sebelum Natal apakah dakwaan akan diajukan. The Prince’s Foundation mengatakan pada The Mail bahwa mereka tidak "membahas gaji atau pembayaran staf."

Sementara, pihak berwajib disebut telah membuka penyelidikan terhadap potensi pelanggaran yang dilakukan berdasarkan Undang-Undang Kehormatan (Pencegahan Penyalahgunaan) 1925 pada Februari lalu. Detektif dari tim penyelidikan khusus, yang juga menyelidiki skandal "partygate" di Downing Street, tampaknya hanya membuat sedikit kemajuan pada awalnya.

Namun, pada 6 September 2022, petugas mewawancarai seorang pria berusia lima puluhan dan seorang pria berusia empat puluhan. Yang terbaru, polisi Inggris telah mengonfirmasi bahwa bukti telah diserahkan ke CPS pada 31 Oktober 2022.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Ulang Tahun Raja Charles III

Di sisi lain, Raja Charles III baru saja merayakan ulang tahun ke-74, pekan lalu. Kesempatan ini dirayakan untuk pertama kalinya sejak naik takhta.

Melansir Daily Mail, baik akun Twitter Pangeran dan Putri Wales maupun Royal Family, mengucapkan banyak selamat pada Raja. Diperkirakan bahwa ia akan menandai kesempatan itu secara tertutup setelah kematian ibunda tercinta Ratu Elizabeth II pada 8 September 2022.

Berbagi foto Raja tersenyum, Pangeran dan Putri Wales menulis, "Mengucapkan selamat ulang tahun untuk Yang Mulia Raja!" dengan Royal Family mengunggah jepretan foto Raja yang mencolok. Raja baru tercatat tidak tampil di depan umum di hari ulang tahunnya.

Namun, ada perayaan publik dengan Band of the Household Cavalry yang menampilkan lagu Selamat Ulang Tahun selama upacara Pergantian Penjaga di Istana Buckingham. Salut senjata juga ditembakkan di seluruh ibu kota untuk menghormati hari ulang tahun Raja Charles III setelah naik takhta.

3 dari 4 halaman

Memimpin Bangsa yang Berkabung

Dalam prosesi tersebut, Artileri Kuda Kerajaan Pasukan Raja yang memberi hormat pada acara-acara besar seperti kunjungan kenegaraan, menembakkan 41 tembakan sejak tengah hari di Green Park London. Ini akan segera diikuti Band of the Scots Guards membawakan Selamat Ulang Tahun di taman.

Satu jam kemudian, Honourable Artillery Company menembakkan 62 tembakan hormat senjata di Menara London. Saat masih jadi Pangeran Wales, suami Permaisuri Camilla ini kadang-kadang pergi dalam perjalanan resmi ke luar negeri selama hari ulang tahunnya dan akan merayakannya di luar negeri dengan kue.

Dalam dua bulan terakhir, Raja Charles III tercatat sibuk dengan aksesi dan memimpin bangsa yang berkabung, selain memenuhi tugas kerajaannya. Penghormatan bunganya yang ditinggalkan di Whitehall menampilkan kata-kata, "Untuk mengenang orang yang meninggal dalam kemuliaan. Charles R."

Dua pekan lalu, saat mengunjungi Kota York bersama Permaisuri Camilla, Charles dilempari sekitar tiga telur oleh seorang demonstran yang meneriakkan kalimat, "Negara ini dibangun dengan darah para budak." Lemparan telur itu tidak sampai mengenai tubuh Raja, sementara pelaku langsung dibekuk polisi sambil dicemooh warga lain yang menyerukan "God Save the King."

4 dari 4 halaman

Upacara Penobatan Resmi

Sementara, upacara penobatan resmi Raja Charles III sendiri resmi dijadwalkan pada 6 Mei 2023 di Westminster Abbey, London dan dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury, Justin Welby. Raja Charles akan berusia 74 tahun saat penobatan, raja tertua yang baru dimahkotai. 

Tanggal tersebut juga akan jadi ulang tahun keempat cucunya Archie, putra Pangeran Harry dan Meghan. Sementara itu, Charles dijadwalkan menandatangani proklamasi tanggal upacara pemahkotaan tersebut pada akhir tahun.

Orang dalam istana mengatakan kepada Mail on Sunday bahwa Duke of Norfolk, yang sebagai earl marshal memiliki tanggung jawab untuk mengatur upacara tersebut, telah ditugaskan membuatnya jadi upacara yang lebih sederhana, lebih pendek, dan lebih beragam guna mencerminkan Inggris modern.

Dipahami bahwa upacara tersebut akan mencakup elemen inti yang sama dari layanan tradisional, yang telah mempertahankan struktur yang sama selama lebih dari seribu tahun. Charles akan diurapi dengan minyak suci, cincin penobatan, dan tongkat kerajaan, kemudian dimahkotai mahkota St Edward yang megah dan diberkati selama upacara. 

Camilla juga akan diurapi dengan minyak suci dan dimahkotai, seperti Ibu Suri ketika ia dimahkotai sebagai Ratu pada 1937. Penobatan Charles diharapkan dalam skala yang lebih kecil dan lebih pendek, dengan saran bahwa itu bisa berlangsung hanya satu jam daripada lebih dari tiga jam.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.