Sukses

Karyawan Restoran Cepat Saji Ditembak Hanya karena Kentang Goreng Dingin

Liputan6.com, Jakarta - Seorang karyawan McDonald's di Brooklyn, New York City, AS, ditembak di luar restoran cepat saji setelah adu mulut dengan seorang pelanggan. Pria berusia 23 tahun itu sedang bekerja ketika ia bertengkar dengan seorang pelanggan wanita di dalam restoran sekitar pukul 7 malam, waktu setempat, menurut sumber, dilansir dari New York Post, Rabu, 3 Agustus 2022.

Perkelahian itu terjadi di luar dan anak laki-laki wanita itu mengeluarkan pistol dan menembak karyawan itu, kata polisi. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Brookdale dalam kondisi kritis. Atas insiden itu, polisi menahan seorang pria berusia 20 tahun di tempat kejadian. Tidak ada tuntutan yang diajukan saat artikel ini ditulis.

"Ibu itu mengeluh kentang gorengnya dingin," kata sumber polisi. "Ibu itu (sedang) FaceTime dengan putranya, dan ia mendengar perselisihan antara ibunya dan karyawan itu. Ia dan pegawai itu berselisih di dalam, dan kemudian melanjutkannya di luar."

"Saya seperti ingin menangis. Anda menembak seseorang karena kentang goreng?" kata seorang saksi, yang memiliki bisnis lokal, pada The Post. Saksi lain mengatakan, "Rekan kerjanya, mereka ada di sekitar (korban). Mereka menggunakan ponsel mereka, dan mereka menangis."

"Seorang pria melepas bajunya dan meletakkannya di leher untuk mencoba menghentikan pendarahan. Mata kanan (korban) bengkak hingga tertutup," sambung saksi itu.

"Ia tidak bisa bicara," kata saksi tentang kondisi karyawan restoran cepat saji itu. "Ia hanya gemetar. Dadanya naik turun. Ia masih bernafas ketika mereka meletakkannya di tandu."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bukti Selongsong Peluru

Keluarga dan teman-teman korban menangis dan saling menghibur di tangga pintu masuk ruang gawat darurat rumah sakit. "Ia pria yang baik," kata seorang rekan kerja pada The Post.

Karyawan itu menambahkan bahwa toko "meniadakan (tenaga) keamanan pada Juni (2022). Kami tidak tahu kenapa. Mereka tidak memberi tahu kami apa pun."

Sebuah selongsong peluru berukuran 9 mm ditemukan di tempat kejadian, kata sumber polisi. Terduga penembak sebelumnya telah ditangkap beberapa kali, termasuk pencurian besar-besaran pada 2019 dan penyerangan dan pencurian layanan pada 2018, kata sumber. Ia juga memiliki banyak kasus penangkapan tertutup terhadapnya, kata mereka.

Selain itu, sumber menggambarkan pria itu sebagai saksi penembakan di Brooklyn's 81st Precinct pada Mei 2022. Penembakan tragis minggu ini terekam dalam kamera pengawas, kata sumber. Foto dan rekaman setelah kejadian menunjukkan seorang pria menggendong kepala pekerja yang terluka parah saat darah mengalir di trotoar.

"Saya melihat pria itu tergeletak di trotoar,'' kata saksi mata lainnya. "Darah mengalir dari daerah lehernya ke trotoar."

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Keterangan Saksi

Saksi mengatakan putranya sendiri ditembak mati enam tahun lalu. Ia berkata, "Jadi itu bukan adegan yang bagus untuk saya. Saya menganggapnya pribadi karena saya memiliki pengalaman trauma atas apa yang terjadi pada keluarga saya."

Pemilik bisnis lokal mengatakan, ia berada di tokonya bersama karyawan ketika "kami mendengar suara letupan." "Awalnya kami mengira itu petasan. Saya takut. Itu sebabnya saya tidak lari ke tempat kejadian. Anda tidak tahu siapa yang ada di sekitar," ia mengatakan. "Kemudian, kami semua keluar. Anak laki-laki itu tergeletak.''

Seorang pekerja toko lokal menambahkan bahwa ia mendengar "satu tembakan." "Saya melihat orang-orang berlari. Saya takut, dan saya menutup pintu," tuturnya.

"Dari mana seorang anak berusia 20 tahun mendapatkan pistol?" kata pria itu sambil menggelengkan kepalanya. "Jalan Fulton adalah jalan paling gila. Ini semakin buruk, dan para penembak semakin muda. Mereka telah kehilangan arah."

Pekerja toko lokal itu melanjutkan, "Itu mengatakan sesuatu ketika seorang ibu bersama putranya yang membawa pistol. Saya melihat dua polisi di tikungan sepanjang minggu, tapi kemarin saya tidak melihat satu pun. Mereka harus ada di setiap sudut setiap hari."

 

4 dari 4 halaman

Bukan Kali Pertama

Pemilik bisnis mengatakan ibu penembak "terkejut" sesudahnya. "Ia memberi tahu (polisi) semua informasi," kata wanita itu. "Ia mengaku pada polisi, 'Saya menelepon anak saya.'"

Seorang saksi yang mengatakan ia telah tinggal di lingkungan itu selama 30 tahun pun bercerita tentang daerah itu. Ia berkata, "Tidak ada masalah, tapi ada beberapa orang yang memang memberi masalah, hanya mengganggu. Saya melihat beberapa dari mereka ditangkap, tapi saya melihat mereka kembali ke jalanan."

"Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan polisi. (Para pembuat onar) bermusuhan dengan polisi. Saya merasa kasihan pada polisi, terutama ketika mereka lewat dan (mereka) mengatakan sesuatu kepada mereka," ia menyambung.

Korban bukanlah karyawan restoran cepat saji pertama yang ditembak saat bekerja di kota tersebut tahun ini. Januari lalu, Kristal Bayron-Nieves yang berusia 19 tahun ditembak mati oleh seorang perampok bersenjata saat bekerja di kasir Burger King di East Harlem. Remaja itu baru saja mulai bekerja di restoran dan menyerahkan uang tunai 100 dolar AS pada perampok sebelum ditembak di bagian torsonya.