Sukses

10 Makanan yang Dihindari Thalita Latief Saat Diet, Berat Badan Turun 26 Kg

Liputan6.com, Jakarta Kenaikan berat badan pada dasarnya bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya perubahan hormon atau masalah kesehatan, seperti yang dialami oleh Thalita Latief. Setelah sembuh dari kanker tiroid, Thalita Latief mengalami kenaikan berat badan yang signifikan yang disebabkan oleh perubahan dan ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya.

Hal ini pun kemudian membuatnya bertekad untuk memperbaiki pola hidup dengan melakukan diet sehat. Tidak sekadar diet, aktris dan presenter berusia 33 tahun ini berkonsultasi dengan dokter gizi, supaya diet yang dilakukannya lebih sehat dan tidak menimbulkan efek samping.

Tidak hanya berhasil mengontrol hormon dan kesehatan dengan lebih baik, Thalita juga sukses menurunkan berat badannya hingga 26 kilogram (kg). Baginya, diet tidak hanya dilakukan dalam sekali waktu. Namun harus ada konsistensi dan disiplin untuk terus menerapkan pola hidup sehat.

"Diet itu bukan sekadar diet sesaat lalu sudah. Biasanya kalau berat badan sudah banyak turun dan badan lebih langsing, kita langsung melupakan diet. Diet itu harus menjadi sebuah pola hidup," terangnya melalui akun Instagram miliknya, @thalitalatief.

"Kita bisa mengatur pola makan serta asupan makanan yang bergizi baik dan makanan yang memang dibutuhkan oleh tubuh kita, makanan-makanan bergizi yang bisa diolah dan dicerna dengan baik oleh tubuh kita. Tentunya dengan niat dan disiplin ya geizzz," tambahnya.

Thalita kemudian memutuskan untuk mengatur pola makan sekaligus asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dia pun menghindari beberapa jenis makanan tertentu yang dapat berpotensi mengganggu proses diet tersebut. Dilansir dari akun Instagram miliknya dan beberapa sumber lainnya, berikut beberapa jenis makanan yang dihindari Thalita selama diet.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh. Namun mengonsumsi karbohidrat berlebihan justru bisa menimbulkan risiko penyakit. Thalita Latief pun memutuskan untuk membatasi karbohidrat. Dilansir dari healthline.com, jenis karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mi, dan tepung dapat menyebabkan kenaikan berat badan kalau dikonsumsi secara berlebihan.

2. Makanan tinggi kalori

Thalita Latief mengurangi makanan yang mengandung kalori tinggi. Makanan jenis ini tentu bisa menambah lemak dalam tubuh jika dikonsumsi telalu banyak. Menyeimbangkan jumlah kalori yang dikonsumsi menjadi salah satu cara ampuh dalam menjaga berat badan sehat. Tak heran jika Thalita lebih selektif terhadap makanan yang dikonsumsi agar kalori yang dikonsumsi masih dalam jumlah wajar.

3. Makanan kaleng

Thalita Latief turut menghindari makanan kaleng selama diet. Alasannya, makanan olahan satu ini sudah melalui proses pembuatan yang cukup panjang. Tak heran kalau nutrisi pada makanan tersebut cenderung mengalami perubahan.

Mengonsumsi makanan kaleng apalagi dalam porsi besar bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, hingga kanker yang disebabkan oleh tingginya paparan bahan kimia pada proses pengolahannya.

3 dari 4 halaman

4. Makanan berpengawet

Penggunaan bahan pengawet pada makanan memang sudah sangat umum dilakukan. Sayangnya, konsumsi makanan berpengawet secara terus menerus dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. Tak heran, Thalita menghindari makanan yang mengandung pengawet berbahaya selama menjalani diet.

Selain bisa berpengaruh pada berat badan, makanan dengan bahan pengawet juga dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon. Salah satu efek pengawet yang paling berbahaya adalah dapat menyebabkan kanker. Hal ini tentu sangat dihindari oleh Thalita Latief karena riwayat kanker yang pernah dideritanya.

5. Gula

Selama proses diet yang dijalani, membatasi asupan gula menjadi salah satu hal penting bagi Thalita. Walaupun gemar minum kopi, tapi Thalita selalu berusaha untuk tidak menambahkan gula ke dalam minumannya.

Gula memang bisa berdampak buruk bila dikonsumsi berlebihan. Gula bisa menyebabkan penumpukan kalori dalam tubuh, sehingga berpotensi pada penambahan berat badan. Ditambah lagi, nilai gizi dalam gula cenderung rendah.

6. Garam

Seperti halnya gula, Thalita pun menghindari konsumsi garam secara berlebihan. Garam dapat mengikat lemak dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan penumpukan.

Jadi, mengonsumsi garam secara berlebihan sangat tidak dianjurkan jika ingin proses penurunan berat badan berlangsung secara sehat. Alasan utamanya, garam bisa menyebabkan peningkatan nafsu makan dan penimbunan lemak.

4 dari 4 halaman

7. Makanan cepat saji

Demi menjaga pola makan tetap baik dan sehat, Thalita Latief menghindari makanan cepat saji atau junk food. Jenis makanan ini dapat membawa dampak buruk bagi tubuh karena tinggi garam dan gula. makanan ini bukan hanya dapat menyebabkan obesitas, tapi juga ketidakseimbangan hormon. Makanan cepat saji mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu hormon dalam tubuh.

8. Camilan

Mengonsumsi camilan berpotensi membuat tubuh kehilangan kontrol terhadap jumlah kalori yang masuk. Meski bukan hal yang mudah, untuk menghindari ketergantungan terhadap cemilan, Thalita pun memilih untuk banyak mengonsumsi air putih dan infused water untuk menjaga asupan makan lebih sehat.

9. Makanan olahan

Menjaga asupan makanan merupakan hal penting dalam program diet yang sedang dijalani oleh Thalita. Oleh karena itu, dia memilih untuk mengonsumsi makanan utuh (real food) yang mudah dicerna tubuh dengan baik dibandingkan konsumsi makanan olahan. Makanan olahan biasanya tinggi gula, lemak, dan kalori sehingga sebaiknya dihindari.

10. Mengurangi konsumsi es

Tak hanya makanan, hal lain yang dilakukan Thalita saat diet adalah dengan mengurangi minum es. Konsumsi es bisa menghambat pencernaan sehingga makanan jadi butuh waktu lebih lama untuk diproses tubuh. Oleh karena itu, dia pun menggantinya dengan minum air hangat agar lebih sehat.