Sukses

8 Keutamaan Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban

Liputan6.com, Jakarta - Sholat tasbih merupakan amalan yang salah satunya dianjurkan dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Salat tasbih sendiri merupakan salat sunah yang dilakukan dengan banyak membaca tasbih, "Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar."

Seperti ibadah sunah lainnya, salat tasbih juga memiliki sejumlah keutamaan. Berikut beberapa keutamaan sholat tasbih berdasarkan hadits, seperti dilansir dari Dream.co.id, Kamis (17/3/2022).

1. Memberatkan Timbangan Amal Baik

"Rasulullah bersabda, ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah, namun memberatkan timbangan amal baik dan keduanya disukai ar-Rahman, yaitu 'Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Ucapan Paling Baik

"Suatu waktu, Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang ucapan paling baik. Beliau menjawab, 'Yang diperintah Allah SWT pada para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan 'Subhanallahi wa bihamdihi.'" (HR. Muslim)

3. Tabungan Kebun Kurma di Surga

"Barang siapa mengucapkan 'Subhanallahil azhimi wa bi hamdihi,' maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga." (HR. at-Tirmidzi)

4. Menghapus Dosa

"Rasulullah bersabda, barang siapa mengucapkan 'Subhanallahi wa bi hamdihi' 100 kali, Allah hapuskan kesalahannya meski itu sebanyak buih lautan." (HR. Bukhari dan Muslim)

5.  Senjata Menghadapi Krisis Pangan Saat Akhir Zaman

Saat zaman akhir kelak, kalimat tasbih bagaikan makanan yang bergizi dan menyehatkan bagi umat Muslim. "Rasulullah bersabda, makanan orang beriman pada zaman munculnya Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu tasbih dan taqdis. Maka barang siapa yang ucapannya saat itu adalah tasbih, Allah akan menghilangkan darinya kelaparan." (HR. al-Hakim)

Sementara hadits lainnya menjelaskan:

"Akan tetapi, mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah, itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis." (HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir)

6. Terhindar dari Kesedihan dan Penyakit-Penyakit Berat

"Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi Rasulullah dan berkata, 'Wahai Rasulullah, ajarkan aku beberapa kalimat yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku, karena sungguh umurku sudah tua dan aku merasa lemah untuk melakukan apapun.'

Lalu Rasulullah berkata, 'Jika engkau membacanya (kalimat tasbih), engkau akan terhindar dari kesedihan, kusta, penyakit biasa, belang, dan lumpuh akibat pendarahan otak (stroke).'" (HR. Ibnu as-Sunni dan Ahmad)

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

7. Bekal Menghadapi Persoalan Besar

"Diriwayatkan dari Abu Hurayrah, bahwa jika Rasulullah menghadapi persoalan penting, beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan, 'Subhanallahil azhim,' dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan, 'Ya hayyu ya qoyyum.'" (HR. at-Tirmidzi)

8. Mengikuti Ajaran Rasulullah SAW

Rasulullah mengajarkan tata cara sholat tasbih pada paman beliau, Abbas. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah menjamin bahwa jika umat Muslim menjalankan sholat tasbih, Allah mengampuni dosa-dosa mereka.

Ini termasuk dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, serta sepuluh macam (dosa) lainnya.

3 dari 5 halaman

Waktu Sholat Tasbih

Mengutip NuOnline, waktu pelaksanaan sholat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk salat. Namun, Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan sholat tasbih di siang dan malam hari.

Jika sholat tasbih dilakukan di malam hari, akan lebih baik bila dilakukan sebanyak dua rakaat dengan masing-masing satu salam. Namun, bila dilakukan di siang hari, sebaiknya dikerjakan dalam dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam.

4 dari 5 halaman

Tata Cara Sholat Tasbih

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhaajul Qawîm, lapor kanal Regional, menuliskan tata cara pelaksanaan sholat tasbih sebagai berikut:

1. Tata cara pelaksanaan sholat tasbih tidak jauh berbeda dengan salat lain, baik secara syarat maupun rukun. Hanya saja di dalam pelaksanaan salat tasbih, ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.

2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lain, sebelum rukuk, terlebih dulu membaca kalimat 'Subhaanallaah wal hamdu lillaah wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar' (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali.

3. Saat rukuk, terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali sebelum bangun untuk iktidal.

4. Sebelum sujud, terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali.

5. Ketika sujud pertama baca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk di antara dua sujud.

6. Saat duduk di antara dua sujud, baca tasbih sebanyak 10 kali.

7. Lalu, ketika sujud kedua, membaca tasbih sebanyak 10 kali.

8. Setelah sujud kedua, tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat kedua. Anda harus duduk dulu untuk membaca tasbih 10 kali.

Untuk rakaat kedua, tata cara pelaksanaan salat tsbih dan jumlah bacaan tasbihnya sama dengan rakaat pertama. Bedanya, pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru salam untuk menutup ibadah salat.

5 dari 5 halaman

Infografis Tata Cara Salat Gerhana