Sukses

Prosedur Baru Melancong ke Singapura Setelah Omicron Terdeteksi, Berlaku Mulai 2 Desember 2021

Liputan6.com, Jakarta - Singapura kembali mengetatkan prosedur perlintasan batas usai dua kasus Covid-19 varian Omicron terdeteksi di negeri itu. Kebijakan itu mulai berlaku pada Kamis, 2 Desember 2021, tengah malam. 

Dilansir Strait Times, Jumat (3/12/2021), Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa dua pasien terdeteksi positif Omicron itu tiba di Singapura pada Rabu, 1 Desember 2021. Mereka disebut tidak berkontak dengan orang lokal dan kini menjalani perawatan di bangsal isolasi di Pusat Penyakit Menular Nasional.

Langkah pengetatan, kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung adalah hal pasti yang harus dilakukan di tengah ketidakpastian yang sangat besar. Padahal, Singapura baru saja memulai fase stabilisasi dan melonggarkan beragam kegiatan sosial, seperti membolehkan orang untuk makan bersama di restoran dan hawker center dan meningkatkan jumlah orang untuk berkumpul.

Kementerian kesehatan juga melarang siapa pun yang terkonfirmasi ataupun terduga terjangkit Omicron tidak akan diizinkan menjalani pemulihan di rumah. Mereka akan diangkut ke Pusat Penyakit Menular Nasional untuk diisolasi.

Kementerian juga akan menjalankan pelacakan kontak erat pasien dengan sekitarnya. Mereka lalu akan dikarantina selama 10 hari di fasilitas karantina pemerintah dan menjalani tes PCR di awal dan akhir karantina.

"Kami memberlakukan serangkaian aturan yang merespons terhadap varian baru ini untuk melindungi masyarakat lokal kami," kata Ong.

"Kami akan melanjutkan monitoring dan evaluasi data tentang varian Omicron yang muncul dan menyesuaikan aturan perbatasan dan domestik menurut itu," imbuhnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Prosedur Perlintasan Perbatasan

Kementerian Kesehatan juga menerangkan sejumlah pembaruan dalam aturan perlintasan batas yang berlaku sejak semalam. Pertama, para pelancong dari udara yang baru tiba di skema bebas karantina VTL akan diawasi. Mereka wajib menjalankan tes cepat antigen mandisi di Pusat Tes Cepat pada hari ketiga dan hari ketujuh kedatangan.

Sebelumnya, para pelancong diperbolehkan memasuki Singapura tanpa menjalani karantina. Mereka juga hanya harus menjalani tes PCR sebelum tiba di Singapura dan saat kedatangan.

Kedua, para pendatang lewat jalur udara yang memasuki, berpindah, ataupun transit melalui Singapura wajib menunjukan hasil tes negatif maksimal dua hari sebelum berangkat menuju Singapura. Sebelumnya, para pelancong dari Hong Kong, Makau, China, dan Taiwan tidak diwajibkan demikian dan hanya perlu menjalani tes usap Covid-19 saat tiba di Singapura.

Empat kawasan itu masuk Kategori 1 dalam klasifikasi risiko Kementerian Kesehatan, yang berarti mereka memiliki risiko terendah infeksi Covid-19.

Ketiga, para pendatang wajib menjalani tes PCR saat tiba. Aturan ini berlaku untuk pelancong non-VTL yang memasuki Singpura yang tidak berasal dari Hong Kong, Makau, China dan Taiwan. Sebelumnya, mereka tidak diwajibkan menjalani tes PCR saat tiba, tetapi harus diuji sebelum menyelesaikan periode karantina di rumah. 

3 dari 4 halaman

Tes PCR Massal

Kemenkes juga mengatakan akan menggelar tes PCR untuk tujuan pemantauan, khususnya bagi pelancong yang tiba di Singapura antara 12--27 November. Mereka juga berasal dari negara atau kawasan yang terdampak Omicron dalam 14 hari sebelum mendarat di sana.

Para pelancong itu sudah diberitahukan waktu dan lokasi pengujian. Kementerian berharap mereka bisa memahami dan bekerja sama.

Sementara itu, Singapura berencana meluncurkan VTL dengan Thailand, Kamboja, Fiji, Maladewa, Sri Lanka, dan Turki sekitar pertengahan Desember. Tidak ada lagi tambahan VTL selanjutnya.

Menkes Ong sebelumnya mengumumkan peluncuran skema VTL dengan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab akan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Hal itu diambil sebagai langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko varian Omicron diimpor ke Singapura.

WHO menyatakan varian Omicron memiliki risiko global yang sangat tinggi. Varian itu memaksa Jepang dan Israel menutup perbatasannya untuk kunjungan orang asing. Varian ini memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan varian delta dan menimbulkan kekhawatiran di antara otoritas kesehatan seluruh dunia, meski dampaknya masih diteliti. 

4 dari 4 halaman

Penyebaran Omicron

  • Singapura atau Republik Singapura terletak di bagian Tenggara Asia dan dikenal dengan ikon Patung Singa.
    Singapura atau Republik Singapura terletak di bagian Tenggara Asia dan dikenal dengan ikon Patung Singa.
    Singapura
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • Tes PCR adalah salah satu tes yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19.
    Tes PCR
  • Setelah Covid-19 varian Delta dan Delta Plus, kini varian Omicron menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
    Omicron
  • Setelah Covid-19 varian Delta dan Delta Plus, kini varian Omicron menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
    Omicron Covid-19
  • travel
  • KArantina