Sukses

Belanja Sepatu Kolaborasi Edisi Terbatas Converse Tanpa Antre

Liputan6.com, Jakarta - Ekosistem digital kian ramai dihuni para pebisnis produk gaya hidup. Tidak hanya pemain baru, sederet merek dunia, seperti Converse, pun beradaptasi dengan kebiasaan belanja yang kian meluas selama pandemi COVID-19.

Dalam kasus merek sepatu Amerika Serikat itu, mereka mengekspansi pengalaman belanja online dengan memungkinkan pelanggan membeli berbagai produk kolaborasi edisi terbatas. Yang terbaru, melalui situs converse.id, pihaknya merilis Converse X Comme Des Garçons Play Jack Purcell.

Logo khas hati bermata dari label fesyen Comme des Garçons PLAY yang digagas Rei Kawakubo hadir kembali, memberi sentuhan yang menyenangkan pada gaya Converse klasik, menurut pihaknya dalam rilis yang diterima Liputan6.com, baru-baru ini. Koleksi terbaru ini menerapkan pola potongan yang berani dan penuh gaya dari logo ikonis Jack Purcell.

Bahkan melalui bentuk cut-off, mata yang mengintip langsung dapat dikenali. Logo ini muncul dalam warna hitam atau merah di atas bagian permukaan netral dan dipasangkan dengan garis-garis berwarna serasi.

Pelanggan tidak perlu antre untuk mendapatkan produk tersebut karena sudah tersedia di e-commerce platform Converse Indonesia yang baru saja diluncurkan. Di samping, situs web tersebut memuat berbagai produk sepatu, pakaian, dan aksesori favorit lain.

Pelanggan juga dapat menemukan berbagai penawaran khusus, produk edisi terbatas, dan produk-produk kolaborasi seperti Carhartt, Moncler, dan Undefeated secara eksklusif. Artinya, sederet item itu hanya bisa didapatkan di situs web yang dimaksud.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Memanfaatkan Momen

Converse.id jadi platform resmi belanja online yang digagas guna memperluas jangkauan konsumen dan mempermudah akses ke pilihan beragam produk-produk Converse. Keberadaannya juga disebut melengkapi 61 gerai Converse yang beroperasi di berbagai kota di Indonesia.

Ini tentu bukan langkah tanpa perhitungan. Kanal Bisnis Liputan6.com melaporkan, berdasarkan hasil riset United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), volume belanja di digital platform meningkat hingga 65 persen dalam satu tahun terakhir. Temuan ini tidak terlepas dari dampak pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas masyarakat.

Laporan lainnya datang dari survei Katadata Insight Center (KIC), menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak pada peningkatan adopsi dan penggunaan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, terutama pada Generasi Z.

Survei KIC dilakukan secara daring terhadap 1.146 responden pada 13 hingga 18 April 2021, melibatkan responden berusia 18 sampai 29 tahun asal Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Semarang, Denpasar, dan Yogyakarta. Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Generasi Z merupakan segmen terbesar di Indonesia yang mencakup 27,94 persen dari total penduduk. 

3 dari 4 halaman

Angkat Isu Lingkungan

Selain terjun ke ekosistem digital, Converse juga sepertinya ingin tetap relevan dengan turut serta membicarakan isu lingkungan. April lalu, dalam implementasi kampanye global Converse City Forests: Breaking Barriers, pihaknya memadukan seni mural dengan kepedulian anak muda terhadap lingkungan.

Seperti di kota-kota lain, pengerjaan mural di Jakarta dalam kampanye ini melibatkan seniman mural lokal, yakni Olderplus, Blesmokie, Wormo, dan Fivust. Para seniman ini memanfaatkan cat berbahan ekologi dan alami yang mampu menyerap gas karbon dioksida layaknya sebuah pohon.

Selain Jakarta, kampanye ini juga berlangsung di sejumlah kota lain di dunia, termasuk Sao Paulo, Brasil; Manila, Filipina; Bangkok Thailand; dan Sydney, Australia. Di Negeri Kanguru, melansir Rag Trader, inisiasi ini diekspansi dengan membuka Renew Labs Fitzroy, baru-baru ini.

Pengalaman ritel yang digagas Converse ini bertujuan mendorong warga Australia untuk memperbarui, memikirkan kembali, menggunakan kembali, dan menata kembali sepatu, juga pakaian yang mereka miliki saat ini. Bekerja untuk mencegah membuang sepatu dan pakaian, Renew Lab menampilkan kreativitas, ide inklusif, dan keberlanjutan masa depan tanpa sampah bagi dunia.

Lab Renew menyelenggarakan lokakarya kreatif, di mana pelanggan dapat menyesuaikan Chuck dengan patch, bordir, dan pewarna ramah lingkungan, di samping bisa menikmati layanan pembersihan, perbaikan, dan pembaruan sepatu.

4 dari 4 halaman

Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion