Sukses

Kebahagiaan Perempuan Berusia 50 Tahun Melahirkan Anak Pertama Setelah 13 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Penantian panjang seorang perempuan dari North Carolina, Amerika Serikat, akhirnya terwujud. Perempuan berusia 50 tahun itu akhirnya melahirkan anak pertamanya setelah penantian panjang selama 13 tahun.

"Kami tidak akan menyerah," ujar perempuan bernama Susie Troxler itu, seperti dilansir dari Fox News, Rabu, 24 November 2021. Ia melahirkan anak pertama dan menyematkan nama Lily, pada 29 September 2021.

Sebelum Lily ada, Susie memang selalu bertekad untuk menjadi seorang ibu. Ia seperti tak peduli dengan usianya yang cukup berisiko untuk melahirkan.

"Itu sangat nyata," kata Susie dalam siaran pers dari rumah sakit. Ia bangga menjadi seorang ibu, "Kami tidak lagi hanya suami dan istri, kami 'ibu' dan 'ayah.'"

Susie dan suaminya Tony, 61 tahun, menikah pada 2008 dan mencoba berkali-kali untuk memiliki anak secara alami. Kemudian, sekitar dua tahun lalu, dia memulai perawatan fertilisasi in-vitro dan kemudian, donasi sel telur.

Setelah Troxler berupaya menjalani proses kehamilan dengan embrio pertama dari proses donasi telur gagal, pandemi virus corona melanda. Saat itu banyak klinik kesuburan ditutup sementara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hamil Lagi

Upaya Susie agar hamil lagi kemudian berlanjut. Saat itu ia menjalani proses kehamilan dengan embrio kedua ketika Institut Kesuburan Carolina dibuka kembali awal tahun ini.

"Jadi 1 Februari, kami melakukan transfer embrio dari embrio terakhir dan inilah dia (hasilnya Lily)," kata Troxler. "Itulah perjalanannya."

Susie mengatakan bahwa dia memiliki "kehamilan yang sangat diberkati." Padahal, hamil usia 50 tahun berisiko tinggi.

3 dari 4 halaman

Risiko

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, "perempuan yang hamil di usia lanjut memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi." Hal itu bisa menyebabkan preeklamsia dan efek kesehatan lainnya, baik bagi ibu maupun janin.

Namun, terlepas dari risiko tersebut, Susie bertekad untuk hamil. Keinginan Susie untuk memiliki momongan tetap tak bisa dibendung.

"Saya tahu saya akan menjadi seorang ibu suatu hari nanti," katanya kepada Fox. "Tidak tahu bagaimana itu akan terjadi. Tidak tahu apakah itu akan menjadi cara alami, IVF berarti, apakah itu akan diadopsi. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi."

Sekarang dia telah melahirkan. Susie mengatakan dia dan Tony "hanya merasa terhormat" menjadi orangtua Lily. "Secara medis, ini tidak mungkin, tetapi dia (anaknya) ada di sini," kata Susie.

4 dari 4 halaman

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19