Sukses

Sisi Lain Olimpiade Tokyo 2020, Jatuh Cinta pada Makanan Minimarket Jepang Sejak Gigitan Pertama

Liputan6.com, Jakarta - Terlepas dari laga-laga mendebarkan, ada berbagai cerita lain dari penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Satu di antaranya adalah bagaimana cita rasa makanan minimarket di Jepang memesona para jurnalis asing yang meliput acara olahraga empat tahunan itu.

Setiba di Jepang untuk meliput Olimpiade Tokyo 2020, melansir SCMP, Kamis, 5 Agustus 2021, Devin Heroux asal Kanada telah menulis cerita kejayaan negara asalnya di berbagai cabang olahraga, seperti renang, sepak bola, dan angkat besi. Tapi, ia juga mencurahkan sebagian besar kicauannya untuk menceritakan kunjungan ke 7-Eleven di hotelnya.

Selama Olimpiade, ia merinci menu yang disantapnya, dari sarapan, makan siang, sampai makan malamnya. Unggahannya menarik sejumlah komentar. Hampir 49 ribu pengikut Twitter-nya kerap menagih menu harian yang disantap Heroux.

Dengan pembatasan ketat COVID-19 yang sebagian besar membatasi media ke hotel dan tempat acara selama berada di Tokyo, konbini atau minimarket menjadi tempat makan yang penting bagi pers. Heroux tiba di hotelnya pada 19 Juli untuk langsung mengidentifikasi kopi yang lezat dari 7-Eleven.

Pada hari yang sama, ia mengunggah foto bagian depan minimarket. Ia menuliskan, "Saya merasa saya akan menghabiskan banyak waktu dan uang di sini." Dugaannya pun benar. Ia mengaku, es kopi minimarket "lebih mudah untuk ditenggak" dan camilan Pocky yang dihancurkan "benar-benar sempurna."

Pengikut Heroux pun senang dengan petualangan kulinernya selama meliput Olimpiade Tokyo 2020, dengan salah satu menu makan malamnya berupa potongan nanas, edamame, kerupuk kecap, dan es krim. Rekomendasi pun mengalir dari banyak pengguna dengan sajian berupa es krim matcha Premium Gold dan ayam goreng.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 4 halaman

Kreativitas Kuliner

Pengalaman serupa juga dialami beberapa jurnalis asing. Mereka berterima kasih atas jaringan sekitar 50 ribu minimarket yang melayani hampir setiap kebutuhan dan selera setiap saat, siang atau malam.

"Saya berada di Chiba, tempat acara taekwondo, gulat, dan anggar berlangsung, tapi kompetisi selesai melewati waktu tutup restoran hotel, jadi minimarket di hotel adalah anugerah," kata reporter Inggris Andrew Salmon. "Mereka memiliki pilihan makanan ringan, makanan microwave, dan alkohol yang luar biasa."

Yang lain terpesona akan kreativitas kuliner Jepang terhadap sandwich sederhana. Roti dengan isian irisan stroberi, buah kiwi, atau apel bukanlah kombinasi mengagetkan bagi orang Jepang, tapi mereka menyebabkan keributan di antara rekan pers.

3 dari 4 halaman

Kata Warga Jepang

Popularitas konbini Jepang semakin meroket di tengah Olimpiade, tapi minimarket itu telah lama memiliki pengikut, terutama turis mancanegara yang sekarang belum bisa kembali ke Jepang. Karena pengakuan para jurnalis, tidak sedikit yang mengaku rindu bertandang ke Jepang untuk "minimarket hopping."

Terlepas dari ketenaran minimarket di kalangan pengunjung asing, keberadaannya di sudut-sudut jalan di seluruh Jepang masih diterima begitu saja oleh sebagian besar warga lokal. "Saya kira saya tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan orang sebelum konbini,” kata Emi Izawa, seorang mahasiswa dari Prefektur Tochigi, utara Tokyo.

"Pasti lebih sulit bagi orang untuk mengelola karena mereka perlu merencanakan kapan mereka harus pergi berbelanja. Saya pikir tidak mungkin untuk tidak memiliki konbini di Jepang sekarang karena kami sudah terbiasa dengan mereka, tapi saya bertanya-tanya bagaimana orang-orang di negara lain yang tidak memiliki minimarket 24 jam memenuhi kebutuhan hariannya," ucapnya.

 

4 dari 4 halaman

Infografis Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020