Sukses

Aksi Ridwan Kamil Gendong Anak Saat Peringati Hari Keluarga Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Lewat akun Instagram-nya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunggah video sedang menggendong anaknya, Arkana Aidan Misbach.

"Harta yang paling berharga adalah keluarga. Mari sayangi dan jaga semua yang kita cintai dari apapun marabahaya yang ada di dunia ini. Semoga ujian ini segera berlalu. SELAMAT HARI KELUARGA NASIONAL 2021," tulis Kang Emil.

Dalam video tersebut, lelaki yang akrab disap Kang Emil itu asyik menggendong Arkana di punggungnya dengan menggunakan kain warna hijau. Arkana tampak senang digendong Kang Emil.

Dalam video itu, Kang Emil tampak masuk ke dapur. Beberapa orang terlihat sedang bekerja. Mereka tampak tersenyum melihat Arkana yang bergerak-gerak di punggung Kang Emil.

"Papa yg baik," komentar warganet. "Awas pak morost:')," timpal warganet yang lain. "Selamat hari keluarga nasional Pak Gub @ridwankamil ūüôŹ," timpal warganet lainnya.

Hari Keluarga Nasional tak lepas dari perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaannya pada 1945. Untuk mempertahankan kemerdekaan, diberlakukannya wajib militer bagi rakyat, jelas laman keluargaindonesia.id.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Sejarah Hari Keluarga Nasional

Hal tersebut menjadikannya mereka berpisah dengan keluarga. Melalui perjuangan yang gigih, pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh.

Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Inilah yang melandasi lahirnya Harganas.

Kala itu, pengetahuan keluarga soal usia nikah amat rendah di samping keinginan kuat untuk mengganti keluarganya yang gugur dalam peperangan, mengakibatkan perkawinan dini tinggi. Tentunya kesiapan yang kurang saat menikah dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu.

Tercatat dalam sejarah, 29 Juni 1970 adalah puncak kristalisasi pejuang Keluarga Berencana untuk memperkuat program Keluarga Berencana (KB), sehingga tanggal tersebut dikenal dengan tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Hari itu sebagai hari kebangkitan keluarga Indonesia. Hari bangkitnya kesadaran untuk membangun keluarga ke arah keluarga kecil bahagia sejahtera melalui KB.

3 dari 4 halaman

Insiator

 

Prof. Dr. Haryono Suyono adalah penggagas Hari Keluarga Nasional. Ia merupakan Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di era Presiden Soeharto. Kepada Presiden Seoharto, sebelumnya Haryono menyampaikan tiga pokok pikiran.

Pertama, mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa. Kedua, tetap menghargai dan perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa. Ketiga, membangun keluarga menjadi keluarga yang bekerja keras dan mampu berbenah diri menuju keluarga sejahtera.

Presiden Soeharto menyetujui gagasan tersebut. Maka, lahirlah Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap 29 Juni.

Ada sejarah di balik pemilihan tanggal dan bulan tersebut. Di tanggal dan bulan itu, Tentara Republik Indonesia (TRI) yang bergerilya dalam perjuangan melawan penjajah, masuk ke Yogyakarta, dan kembali ke keluarga masing-masing.

4 dari 4 halaman

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.