Sukses

Seniman Bandung Sulap Lapangan Basket Jadi Lukisan Mural Penuh Warna

Liputan6.com, Jakarta - Eksplorasi di dunia seni tak jarang melahirkan sederet karya yang apik dan penuh inovasi. Salah satunya adalah wajah baru lapangan basket Pamulang, Tangeran Selatan, menjadi penuh warna.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa, 29 September 2020, karya itu adalah persembahan TEAMUP, perusahaan yang berfokus pada pengelolaan bakat seni visual dengan seniman asal Bandung, Stereoflow aka Adi Dharma. Sinergi ini melaksanakan gerakan yang bertajuk Stereoflow Basketball Court Series.

Proyek pertama mereka yang diterapkan di Lapangan Basket Pamulang, Tangerang Selatan. Nantinya, project serupa juga akan berlanjut ke berbagai kota besar lain di Tanah Air.

Stereoflow adalah seniman yang bergelut di bidang street culture. Adapun karya-karya sang seniman telah ditampilkan di ragam acara lokal juga internasional, seperti di Amerika Serikat, Hong Kong, Thailand, Kanada, Australia, Taiwan, dan lainnya,

Project ini merupakan program yang mengubah penampilan lapangan basket dengan menambahkan mural di lapangan tersebut. Program tersebut sekaligus memperkenalkan street culture di Indonesia.

Menurut Stereoflow, dipilihnya lapangan basket jadi medianya karena ingin masyarakat juga lebih peka terhadap menjaga kesehatan diri dan menumbuhkan rasa giat berolahraga di masyarakat, terkhusus milenial.

Dikatakan sang seniman, pengerjaan mural di lapangan basket ini jadi yang pertama di Pamulang, Tangerang Selatan. Adapun pengerjaan dilakukan selama 10 hari, yakni dari 8--17 September 2020.

"Warna-warni dari mural diibaratkan sebagai perbedaan yang ada di dalam masyarakat, yang kemudian warna tersebut dipadukan menjadi mural apik yang melambangkan persatuan dan menciptakan harmoni dalam kebersamaan," kata Stereoflow.

2 dari 3 halaman

Pesan di Balik Karya

Dilanjutkan Stereoflow, skema grafiti turut memiliki peran besar. Selain sebagai wadah mengekspresikan diri dan memberi semangat, grafiti juga mampu menyampaikan pesan-pesan sosial, misalnya soal pesatuan dan kebersamaan dalam perbedaan. Sang seniman ingin street culture tak dipandang sebelah mata dan dapat bersanding dengan hasil karya seni lain.

"Kami ingin street culture ini tidak hanya dapat dilihat di jalanan, tetapi juga dapat dilihat sebagai karya-karya street culture yang bisa bersanding dengan karya seniman lain di ajang bergengsi misal di galeri, atau pameran karya seni," tambahnya.

Co-Founder TEAMUP Arrazie menyebut, mural atau grafiti adalah street culture yang tak bisa dilepas dari gaya Hip-Hop, breakdance dan lainnya. Stereoflow Basketball Court Series jadi salah satu cara pengenalan street culture pada masyarakat Indonesia secara lebih luas.

"Stereoflow dan TEAMUP ingin memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia seperti apa street culture itu, salah satunya melalui mural. Bagian terpentingnya adalah, kami memiliki cita-cita untuk mengangkat seni jalanan menjadi seperti seni di galeri yang bisa dinikmati semua kalangan khususnya di Indonesia," kata Arrazie.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: