Sukses

Hawaii Bebaskan Wisatawan Negatif Covid-19 Tak Jalani Isolasi

Liputan6.com, Jakarta – Pandemi corona Covid-19 berdampak pada banyak hal, termasuk industri wisata di berbagai belahan dunia terguncang. Banyak destinasi wisata terpaksa ditutup demi mencegah angka penularan corona yang masih meningkat.

Belakangan beberapa tempat wisata di dunia mulai membuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu yang mulai mengizinkan kunjungan wisata adalah Hawaii.

Salah satu negara bagian di Amerika Serikat ini sudah membuka kunjungan untuk para wisatawan dengan aturan ketat yaitu karantina mandiri selama 14 hari. Namun minggu ini, dilansir dari laman Insider, aturan tersebut dicabut oleh Gubernur Hawaii, David Ige.

Para pengunjung dibolehkan untuk tidak melakukan karantina dengan syarat bisa membuktikan dirinya memiliki hasil tes negatif Covid-19. Mengenai aturan baru tersebut, Ige menegaskan akan mulai memberlakukannya pada 15 Oktober mendatang. Para pengunjung akan diminta melakukan tes swab maksimal 72 jam setelah kedatangan di Hawaii.

Bagi mereka yang terbukti negatif, maka diperbolehkan untuk tak mengikuti aturan karantina selama 14 hari. Sebelumnya kebijakan Ige dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus lalu, tapi ditunda karena lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Sampai berita ini ditulis, Hawaii tercatat memiliki total lebih dari 12 ribu kasus Covid-19 dan 130 kematian. Pemerintah setempat menemukan lonjakan kasus dipicu masih kurangnya kesadaran untuk memakai masker dan menjaga jarak saat bertemu.

Selain menjalani tes usap (swab test), para pengunjung juga akan diminta menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan suhu saat datang di bandara. Mereka juga harus mengisi formulir perjalanan dan mendapatkan kode QR.

Bagi wisatawan yang belum menjalani tes Covid-19, Hawaii akan mengizinkan kedatangan tapi dengan aturan karantina selama 14 hari. Jika tes menunjukkan hasil negatif, mereka akan diperbolehkan untuk memasuki area wisata.

2 dari 3 halaman

Pariwisata Anjlok 90 Persen

Salah satu daerah di Hawaii yaitu Kaui juga mulai memberlakukan program baru bernama Resort Bubble Program pada awal pekan ini. Para pengunjung diperbolehkan keluar dari tempat karantina jika mereka setuju memakai gelang pemantau elektronik.

"Kami terus menyarankan agar tidak bepergian kecuali benar-benar diperlukan," terang Walikota Kauai, Derek Kawakami. Hawaii termasuk daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai penghasilan utama.

Lalu lintas pariwisata ke negara bagian itu telah anjlok lebih dari 90 oersen sejak pandemi dimulai, memaksa ratusan hotel tutup dan banyak orang kehilangan pekerjaan. Pada April lalu, Hawaii memiliki tingkat pengangguran terburuk ketiga di negara itu setelah Nevada dan Michigan.

Grafik pengidap Covid-19 yang mulai menurun dalam beberapa bulan terakhir, membuat pemeritah Hawaii mengambil keputusan untuk mulai menerima wisatawan untuk memulihkan kembali perekonomian mereka.

Tentunya pemerintah Hawaii akan melihat perkembangan setidaknya dua pekan setelah 15 Oktober 2020, apakah peraturan tersebut cukup efektif dan tidak menambah klaster baru penularan Covid-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: