Sukses

Lim Hyun-ju, Pembawa Berita di Korea Selatan yang Dobrak Batas-Batas Tabu

Liputan6.com, Jakarta - Pertama, Lim Hyun-ju, seorang pembawa berita di Korea Selatan, mengenakan kacamata saat membawakan sederet berita. Pemandangan ini membuatnya jadi anchor perempuan pertama di Negeri Ginseng yang berpenampilan demikian.

Dilansir dari laman Strait Times, Senin, 6 April 2020, Lim kemudian tak mengenakan bra untuk mendorong pertanyaaan apakah pakaian dalam itu esensial, juga saat siaran di televisi nasional.

Yang paling baru, perempuan 34 tahun tersebut mengenakan setelan jas lelaki lengkap dengan dasi. Lewat tampilan demi tampilan tersebut, Lim hendak mempertanyakan batas-batas tabu dalam berpenampilan bagi seorang pembawa berita perempuan di Korea Selatan.

"Sebagai seorang broadcaster, itu adalah peran saya untuk mengirimkan pesan pada penonton dan memberi mereka keberanian. Kadang, isunya bukan soal benar atau salah. Tapi, lebih pada pilihan. Saya lebih tertarik pada isu-isu terkait pilihan," tuturnya.

Kendati demikian, Lim tak serta merta setuju pada semua paham feminis. "Ada juga yang tak sejalan dengan pandangan saya (feminisme)," katanya.

Isu tentang apa-apa yang sifatnya memilih ini pertama kali mengganggu Lim pada pertengahan 2018. Kala itu, matanya sangat lelah akibat sudah memakai bulu mata palsu dan lensa kontak selagi harus bangun sejak pukul dua pagi untuk bekerja.

Sampai saat itu, hanya pria yang mengenakan kacamata selama membacakan berita di televisi. Karenanya, pemandangan pembawa berita perempuan mengenakan kacamata jadi satu yang tabu.

"Padahal, tidak ada yang tahu mengapa tak ada pembawa berita perempuan tak memakai kacamata. Saya menaruh kacamata saya selama tiga minggu sampai suatu hari saya memutuskan untuk memakainya," ucap Lim.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Langsung Jadi Sensasi

Lim Hyun-ju pun jadi sensasi mendadak yang tak hanya disoroti media lokal, tapi juga asing. Beberapa ada menyuarakan dukungan pada perubahan-perubahan yang diperlihatkan Lim, sementara sisanya mengaku terkejut.

"Ide konvensional adalah pembawa berita perempuan harus terlihat muda dan atraktif. Beberapa orang berpikir bahwa memakai kacamata membuat kami jadi tampak kurang menarik," tuturnya.

"Saya tetap memakai kacamata keesokan harinya. Orang-orang memang terkejut. Tapi, pembawa berita perempuan lain mulai memakai kacamata juga setelah itu," sambung Lim.

Lim menegaskan, busana, kacamata, maupun tak mengenakan bra tak diartikan sebagai simbol, melainkan gambaran dari pilihan, kebebasannya untuk memilih.

Yang paling mendapat kritik keras awalnya adalah soal tak mengenakan bra. Pasalnya, tindakan ini masuk dalam ketagori tabu. Topik ini bahkan disebut sebagai salah satu faktor yang berkontribusi dalam tindakan bunuh diri aktris Sulli.

"Kesehatan mental saya baik dan saya tak sebegitu rapuh membaca komentar negatif. Yang paling penting adalah pikiran saya sendiri, bukan apa yang orang lain pikirkan," tandasnya. Maka itu, Lim akan terus-menerus mempertanyakan banyak hal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Pedoman Penerapan New Normal Bagi Restoran Cafe dan Warung Makan