Sukses

Video Dokter Minta Anak Jaga Jarak Bikin Warganet Patah Hati Berjemaah

Liputan6.com, Jakarta - Melawan pandemi corona COVID-19, para petugas medis 'pasang badan' di garda terdepan. Tak hanya lelah secara fisik, tekanan secara mental yang harus mereka atasi pun luar biasa tinggi. Terlebih, mengingat mereka masih punya hidup selepas keluar rumah sakit.

Sejak pandemi menyentuh banyak wilayah di dunia, media sosial sudah dipenuhi kabar bagaimana para petugas medis harus berjibaku, tak hanya secara profesional, namun personal. Beberapa bahkan ada yang menolak pulang agar tak menulari virus pada keluarga tercinta. 

Rekam gambar serupa belum lama kembali beredar di jagat maya. Tampak di sana, salah seorang ayah yang bekeja sebagai petugas medis pulang ke rumah. Melihatnya, sang putra berlari bermaksud menyapa sembari hendak memeluk ayahnya.

 

Namun, lelaki disebut bekerja sebagai dokter ini langsung menolak dan terjongkok menangisi keadaan tersebut. "Hal seperti ini terjadi pada mereka yang bekerja di rumah sakit, dokter, perawat, peugas medis lain, penjaga gedung, bahkan petugas kebersihan," tulis salah satu pengguna Twitter yang mengunggah video tersebut.

Pemandangan ini lantas membuat warganet patah hati berjemaah. "Sakit melihat video ini. Saya yakin ayah dari si anak mengalami sesak yang berkali-kali lipat," komentar warganet.

"Saya tak bisa membayangkan beban yang mereka (petugas medis) bawa di situasi pandemi corona seperti sekarang," sambung yang lain.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Putus Rantai Penyebaran

Melihat rekam gambar tersebut, publik kembali mengingatkan satu sama lain untuk memutus rantai penyebaran corona COVID-19 yang secara tak langsung bermaksud meringankan beban para petugas medis.

"Buat yang masih suka bandel keluar rumah cuma buat nongkrong, coba lihat ini. Perjuangan para petugas medis ini nyata dan harusnya kita bisa sama-sama bantu," komentar warganet.

Belakangan, donasi untuk menyukupi jumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk menunjang kerja para petugas medis juga seliweran di media sosial. "Kalian adalah pahlawan sesungguhnya. Kami salut, kami berterima kasih tak terhingga," tulis salah satu pengguna Twitter.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Melihat Hijaunya Yulin, Kota Hutan di China