Sukses

Apakah Makna Lagu Daerah Papua, Apuse?

Liputan6.com, Jakarta - Apuse adalah judul lagu daerah asal Papua yang populer. Diajarkan sejak duduk di bangku sekolah dasar, tak banyak orang yang tahu arti lagu daerah tersebut.

Seorang vlogger bernama Paul Hendri Eria mengunggah video berisi penjelasan lagu-lagu daerah dari kampung halamannya di Papua di chanel YouTube-nya, Paul Shady. Ia pun menerangkan Apuse berarti Kakek/Nenek.

Lagu tersebut, secara garis besar menceritakan seorang cucu yang berpamitan pada kakek/nenek tersayang karena akan pergi ke Teluk Doreri. Teluk tersebut benar ada, tepatnya berada di Manokwari, Papua Barat.

Sayang, kondisi teluk itu kini memprihatinkan lantaran tercemar logam-logam berat, seperti kadmium, nitrat, dan fosfat. Hal itu berdasarkan laporan penelitian berjudul Kualitas Perairan di Teluk Doreri Kabupaten Manokwari yang diunggah dalam Jurnal Enggano Volumen 4 Nomor 1, April 2019.

"Ya arti lagu ini menunjukkan kalau kakek atau nenek tuh sangat sayang pada dia punya cucunya yang mau pergi ke Teluk Doreri. Makanya, di situ ada lirik Arafabe Aswarakwar. Di situ artinya, 'Kasihan aku, selamat jalan cucuku'," tuturnya dalam video yang diunggah pada 6 Agustus 2018 tersebut.

Hingga kini, pencipta lagu Apuse masih belum diketahui sosoknya. Namun, Paul mendengar bila pencipta lagu daerah tersebut merupakan warga Jayapura, Papua.

"Buat kalian yang tahu siapa penciptanya, coba komen tulis di bawah ya," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Lirik dan Arti Lengkap

Jadi, apa arti lengkap lagu Apuse itu? Simak berikut ini ya.

Apuse kokon dao (Kakek/nenek aku akan pergi)

Yarabe Soren Doreri (Ke negeri seberang, Teluk Doreri)

Wuf lenso bani nema baki pase (Pegang sapu tangan dan melambaikan tangan)

Arafabye aswarakwar (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)

Arafabye aswarakwar (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Revitalisasi Kawasan Monas Ditargetkan Rampung pada 2021
Artikel Selanjutnya
3 Kebijakan Ahok Benahi Jakarta, Gusur Lokalisasi hingga Gagas Karya Monumental