Sukses

Ragam Produk Kecantikan Unggulan di Social Bella

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya kebutuhan akan ragam produk kecantikan di Tanah Air membuat industri bisnis di dalamnya turut mengalami perkembangan pesat. Begitu pula dengan Social Bella yang berfokus pada lini bisnis e-commerce, Sociolla.

Social Bella bertransformasi menjadi ekosistem kecantikan lewat kehadiran tiga unit bisnis yakni Commerce (Sociolla), Media (SO.CO dan Beauty Journal), serta Brand Development. Customer behavior di setiap platform pun berbeda-beda.

"Kita pelajari customer behavior ingin mencari produk. Saat masuk platform kita, awalnya hanya ingin discover melihat post dari influencer yang mereka follow," kata Christopher Madiam, Co-founder dan Presiden Social Bella di Hotel Fairmount Jakarta, Senin (2/9/2019).

Christopher menambahkan, saat masuk ke platform SO.CO, customer mempelajari produk- produk lebih dalam. Baru berlanjut pada proses pembelian ketika telah tertarik pada suatu produk kecantikan yang dicari.

"Saat ini lebih kuat di sisi skincare. Brandnya sendiri variatif seperti BLP Beauty launch di platform kita secara eksklusif pada 2016. Kita boost produk lipstik dan saat itu kuat BLP," lanjutnya.

Rentang usia yang mengakses platform Social Bella pun didominasi dari usia 18--25 tahun sebagai user terbesar sekitar 40 persen. Baru diikuti dengan user usia 25--35 tahun sebesar 35 persen.

"Perkembangannya pesat sekali saat kita mulai pada 2015 dan melihat growth signifikan. Disposable income untuk kategory beauty makeup semakin besar karena bertumbuhnya kelas menengah kita," kata Christopher.

Selain itu, brand kecantikan semakin lama kian banyak dan atraktif, consumer Social Bella bergerak ke arah mengedepankan kualitas daripada harga. Hal tersebut juga ditunjang dengan edukasi yang kian baik.

"Costumer banyak yang mencoba mencari tahu produk-produk yang ada. Sebagai platform digital kita memiliki keunikan dan advantage dari sisi discovery dan informasi yang lumayan lengkap. Buat kita, paling penting apa yang dibutuhkan costumer," ungkap Cristopher.

2 dari 3 halaman

Produk Unggulan

Ada pula sisi lain customer yang dicermati Social Bella. Besar harap mereka costumer membeli produk yang cocok untuk digunakan. Bukan lagi sekadar harga tetapi lebih kepada efektivitas.

"Contoh remaja yang punya masalah dengan acne ingin mendapatkan produk yang efektif untuk mereka tidak masalah produk ini dari Korea, Jepang, Eropa, atau lokal," tutur Christopher.

Dari sekian banyak produk kecantikan yang disediakan di platform Social Bella, ada beberapa yang saat ini paling besar peminatnya. Untuk skincare, toner masih menjadi produk unggulan.

"Saat ini toner karena kebutuhan dasar. Ada juga serum, personal care seperti sampo, sabun mandi, dan perawatan jerawat. Sedangkan makeup ada lipstik, foundation, eye products seperti eyeliner dan eyeshadow," tambahnya.

Selain produk, brand yang dicari pun beragam. Beauty dan personal care dirasa Christopher cukup unik berbeda dengan fashion di mana customer cenderung lebih mencari brand yang sama ketika menyukai produk dari brand tersebut.

"Kalau kategori di platform kita bukan brand sentrik tetapi SKU seperti lip cream ada BLP, Rollover Reaction, ESQA. Costumer makin pandai dengan mencari SKU sesuai kebutuhan. Bisa jadi brand lokal satu periode jauh lebih tinggi dari brand internasional," kata Christopher.

Sebagai perusahaan beauty-tech, Social Bella mengumumkan pendanaan seri D sebesar 40 juta dolar AS. Pendanaan ini dipimpin oleh EV Growth dan Temasek bersama investor baru lain seperti EDBI, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Brand Kecantikan Ternama Korea Hadir di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Sedang Mempersiapkan Kado Natal dan Akhir Tahun? Intip Beragam Jenis Produk Kecantikan yang bisa Jadi Pilihan